Kembalikan era Soviet, Putin dituduh incar banyak negara
Senin, 31 Maret 2014 - 16:04 WIB
Kembalikan era Soviet, Putin dituduh incar banyak negara
A
A
A
Sindonews.com - Ambisi Presiden Rusia, tidak hanya mencaplok wilayah Crimea dari Ukraina. Demikian tuduhan yang disampaikan mantan penasihat Putin, Andrej Illarionov.
”Pandangan Putin adalah bahwa ia melindungi apa yang menjadi miliknya dan dan pendahulunya (era Uni Soviet),” kata Illarionov, yang menjabat sebagai kepala penasihat ekonomi Putin tahun 2000-2005.
”Bagian dari Georgia, Ukraina, Belarusia, Amerika Baltik dan Finlandia adalah negara-negara di mana Putin mengklaim sebagai miliknya,” lanjut Illarianov.
Illarionov selama ini dikenal sebagai wakil utama Putin di sejumlah konferensi G8, bersama para pejabat dari negara-negara maju di dunia. Tuduhan itu disampaikan Illarionov kepada surat kabar Swedia, Svenska Dagbladet, Senin (31/3/2014).
”Hal ini tidak ada dalam agenda Putin hari ini atau besok. Tapi jika Putin tidak dihentikan, masalah ini cepat atau lambat akan diwujudkan,” imbuh Illarionov.
”Rusia memberikan kemerdekaan ke Finlandia pada tahun 1917, tapi ini adalah suatu tindakan pengkhianatan terhadap kepentingan nasional. Karena Finlandia bukan anggota NATO, Rusia akan memiliki pekerjaan lebih mudah dalam reklamasi wilayah itu,” sambung Illarionov.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, mengatakan, Rusia tidak pernah berniat menyerang Ukraina, apalagi Finlandia. Mesikpun dalam aneksasi Crimea pasukan Rusia siaga di perbatasan timur Rusia. ”Kami sama sekali tidak berniat dan tidak ada kepentingan dalam melintasi perbatasan Ukraina,” ucap Lavrov.
”Pandangan Putin adalah bahwa ia melindungi apa yang menjadi miliknya dan dan pendahulunya (era Uni Soviet),” kata Illarionov, yang menjabat sebagai kepala penasihat ekonomi Putin tahun 2000-2005.
”Bagian dari Georgia, Ukraina, Belarusia, Amerika Baltik dan Finlandia adalah negara-negara di mana Putin mengklaim sebagai miliknya,” lanjut Illarianov.
Illarionov selama ini dikenal sebagai wakil utama Putin di sejumlah konferensi G8, bersama para pejabat dari negara-negara maju di dunia. Tuduhan itu disampaikan Illarionov kepada surat kabar Swedia, Svenska Dagbladet, Senin (31/3/2014).
”Hal ini tidak ada dalam agenda Putin hari ini atau besok. Tapi jika Putin tidak dihentikan, masalah ini cepat atau lambat akan diwujudkan,” imbuh Illarionov.
”Rusia memberikan kemerdekaan ke Finlandia pada tahun 1917, tapi ini adalah suatu tindakan pengkhianatan terhadap kepentingan nasional. Karena Finlandia bukan anggota NATO, Rusia akan memiliki pekerjaan lebih mudah dalam reklamasi wilayah itu,” sambung Illarionov.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, mengatakan, Rusia tidak pernah berniat menyerang Ukraina, apalagi Finlandia. Mesikpun dalam aneksasi Crimea pasukan Rusia siaga di perbatasan timur Rusia. ”Kami sama sekali tidak berniat dan tidak ada kepentingan dalam melintasi perbatasan Ukraina,” ucap Lavrov.
(mas)