Luasnya areal pencarian menyulitkan penemuan kotak hitam MH370
Minggu, 30 Maret 2014 - 22:02 WIB
Luasnya areal pencarian menyulitkan penemuan kotak hitam MH370
A
A
A
Sindonews.com – Sudah tiga pekan lebih tim SAR internasional melakukan pencarian pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 yang menghilang sejak 8 Maret lalu, namun belum ada bukti kuat yang berhasil didapat.
Harapan sempat muncul setelah satelit dari beberapa negara menangkap objek yang mengapung di laut yang diduga puing-puing pesawat tersebut. Namum, hingga saat ini belum ada satupun objek tersebut yang dikonfirmasi berasal dari pesawat nahas tersebut.
Angkatan Laut (AL) Amerika Serikat (AS) meminta kepada seluruh pihak agar mulai fokus mencari kotak hitam pesawat nahas tersebut, karena batas waktu baterai kotak hitan tersebut tinggal beberapa hari lagi, walaupun akan sangat sulit menemukannya.
Kepala Operasi Angkatan Laut Amerika Serikat, Kapten Mark Matthews, mengeluarkan pendapat tersebut dikarenakan keterbatasan kemampuan alat pendeteksi kotak hitam di bawah laut, Pinger Locator (TPL), yang dibawa oleh kapal AL Australia, Ocean Shield. Kapal Australia ini juga dilengkapi dengan drone bawah laut.
Matthews beralasan mengapa dia mengatakan hal tersebut. Menurutnya, kapal Australia tersebut tidak akan sampai tepat waktu ke area lokasi pencarian pesawat MAS MH370. Bukan hanya soal jarak, melainkan luasnya area pencarian menjadikan misi ini akan semakin sulit, mempersemit wilayah pencarian bisa menjadi solusi.
"Itu semua tergantung pada seberapa efektif kita mempersempit area pencarian," Matthews menegaskan, seperti dilansir Sydney Morning Herald, Minggu (30/3/2014).
Harapan sempat muncul setelah satelit dari beberapa negara menangkap objek yang mengapung di laut yang diduga puing-puing pesawat tersebut. Namum, hingga saat ini belum ada satupun objek tersebut yang dikonfirmasi berasal dari pesawat nahas tersebut.
Angkatan Laut (AL) Amerika Serikat (AS) meminta kepada seluruh pihak agar mulai fokus mencari kotak hitam pesawat nahas tersebut, karena batas waktu baterai kotak hitan tersebut tinggal beberapa hari lagi, walaupun akan sangat sulit menemukannya.
Kepala Operasi Angkatan Laut Amerika Serikat, Kapten Mark Matthews, mengeluarkan pendapat tersebut dikarenakan keterbatasan kemampuan alat pendeteksi kotak hitam di bawah laut, Pinger Locator (TPL), yang dibawa oleh kapal AL Australia, Ocean Shield. Kapal Australia ini juga dilengkapi dengan drone bawah laut.
Matthews beralasan mengapa dia mengatakan hal tersebut. Menurutnya, kapal Australia tersebut tidak akan sampai tepat waktu ke area lokasi pencarian pesawat MAS MH370. Bukan hanya soal jarak, melainkan luasnya area pencarian menjadikan misi ini akan semakin sulit, mempersemit wilayah pencarian bisa menjadi solusi.
"Itu semua tergantung pada seberapa efektif kita mempersempit area pencarian," Matthews menegaskan, seperti dilansir Sydney Morning Herald, Minggu (30/3/2014).
(esn)