Satu tewas dalam serangan bom di Afghanistan
Minggu, 30 Maret 2014 - 21:24 WIB
Satu tewas dalam serangan bom di Afghanistan
A
A
A
Sindonews.com – Sebuah ledakan bom mengguncang kota Trinkot, Provinsi Uruzgan, Afghanistan. Ledakan ini menewaskan satu orang dan melukai 15 orang lainnya,” ungkap wakil kepala polisi provinsi Mohammad Aslam Kuchi.
"Para teroris menanam sebuah bom di daerah bazaar Minar Chauk dan meledakkannya pada 04:10 waktu setempat hari ini, menewaskan satu warga sipil di tempat dan melukai 15 lainnya, termasuk tiga anak-anak," ungkap Kuchi, seperti dilansir Xinhua, Minggu (30/3/2014).
Ini adalah aksi kekerasan kedua di wilayah selatan Afghanistan dalam 24 jam terakhir, di mana wilayah Afghanistan selatan adalah salah satu wilayah di mana para militan Taliban sangat aktif melancarkan seranganya.
Dalam serangan sebelumnya, yang merupakan serangan bunuh diri, dua orang, termasuk penyerang, tewas dan empat warga sipil terluka di provinsi Zabul, yang berdekatan dengan provinsi Uruzgan.
Aksi kekerasan di Afghanistan semakin hari semakin sering terjadi, hal ini diakibatkan semakin dekatnya pemilihan umum yang akan berlangsung 5 April mendatang di wilayah tersebut. Taliban menyatakan akan menganggu proses pemilu tersebut.
"Para teroris menanam sebuah bom di daerah bazaar Minar Chauk dan meledakkannya pada 04:10 waktu setempat hari ini, menewaskan satu warga sipil di tempat dan melukai 15 lainnya, termasuk tiga anak-anak," ungkap Kuchi, seperti dilansir Xinhua, Minggu (30/3/2014).
Ini adalah aksi kekerasan kedua di wilayah selatan Afghanistan dalam 24 jam terakhir, di mana wilayah Afghanistan selatan adalah salah satu wilayah di mana para militan Taliban sangat aktif melancarkan seranganya.
Dalam serangan sebelumnya, yang merupakan serangan bunuh diri, dua orang, termasuk penyerang, tewas dan empat warga sipil terluka di provinsi Zabul, yang berdekatan dengan provinsi Uruzgan.
Aksi kekerasan di Afghanistan semakin hari semakin sering terjadi, hal ini diakibatkan semakin dekatnya pemilihan umum yang akan berlangsung 5 April mendatang di wilayah tersebut. Taliban menyatakan akan menganggu proses pemilu tersebut.
(esn)