Ini analisis logis jika insiden MH370 akibat ulah teroris
Sabtu, 29 Maret 2014 - 18:11 WIB
Ini analisis logis jika insiden MH370 akibat ulah teroris
A
A
A
Sindonews.com – Teka-teki hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 belum terpecahkan hingga tiga minggu, Sabtu (29/3/2014). Seorang pilot Boeing 777 yang punya pengalaman 30 tahun menerbangkan pesawat jenis itu yakin, pilot pesawat MH370 berusaha menyelamatkan para penumpang ketika pesawat dalam kondisi kritis.
Les Abend—nama pilot tersebut yang juga seorang kontributor untuk Flying Magazine, menulis analisis logis jika benar hilangnya pesawat MH370 karena ulah teroris. Abend menulis analisis itu di laman CNN.
”Apakah ada intervensi manusia yang terlibat (dalam insiden pesawat MH370)? Tentu saja. Tetapi analisis saya sebaagai pilot veteran adalah bahwa intervensi manusia itu untuk menyelamatkan pesawat dan penumpangnya dalam situasi kritis, bukan untuk bertindak curang,” katanya.
Dia lantas memabahas tiga spekulasi tentang apa yang terjadi dengan pesawat yang hilang sejak 8 Maret 2014 itu. Salah satunya, spekulasi adanya ulah teroris di dalam pesawat MH370.
”Asumsinya, seorang individu atau sekelompok individu, mendapat akses ke kokpit melalui pintu Kevlar, (dengan) kode tombol. Bagaimana hal itu dilakukan?,” ujar Abend. ”Mungkin masuk setelah co-pilot mengucapkan; ‘All right, good night’.”
Teroris, kata Abend dalam kesempatan itu akan bergegas masuk ke kokpit pada saat pintu dibuka. ”Tindakan seperti itu akan membutuhkan setidaknya dua orang yang diposisikan di kabin kelas pertama, yang mengamati pintu yang terbuka . Satu teroris harus melumpuhkan pilot dan teroris lain harus bergegas masuk ke dalam kokpit,” ujarnya.
“Para teroris, jika telah berada di dalam kontrol kokpit, akan mengarahkan pilot yang ada untuk mengarahkan pesawat dengan program baru. Atau, para teroris itu sendiri memiliki keterampilan menerbangkan pesawat,” sambung dia.
Spekulasi kedua, selain dugaan aksi teroris, kata Abend, salah satu pilot terlibat dalam insiden pesawat. Namun, spekulasi ini tak terbukti.
Spekulasi terakhir, yakni dugaan pilot bunuh diri juga janggal.”Bunuh diri dengan pesawat tampaknya tidak masuk akal dalam kasus ini. Mengapa menunggu sampai di tengah laut hal itu? Mengapa tidak mencoba bunuh diri segera setelah lepas landas?,” katanya seperti dikutip Malaysia Insider, Sabtu (29/3/2014).
Les Abend—nama pilot tersebut yang juga seorang kontributor untuk Flying Magazine, menulis analisis logis jika benar hilangnya pesawat MH370 karena ulah teroris. Abend menulis analisis itu di laman CNN.
”Apakah ada intervensi manusia yang terlibat (dalam insiden pesawat MH370)? Tentu saja. Tetapi analisis saya sebaagai pilot veteran adalah bahwa intervensi manusia itu untuk menyelamatkan pesawat dan penumpangnya dalam situasi kritis, bukan untuk bertindak curang,” katanya.
Dia lantas memabahas tiga spekulasi tentang apa yang terjadi dengan pesawat yang hilang sejak 8 Maret 2014 itu. Salah satunya, spekulasi adanya ulah teroris di dalam pesawat MH370.
”Asumsinya, seorang individu atau sekelompok individu, mendapat akses ke kokpit melalui pintu Kevlar, (dengan) kode tombol. Bagaimana hal itu dilakukan?,” ujar Abend. ”Mungkin masuk setelah co-pilot mengucapkan; ‘All right, good night’.”
Teroris, kata Abend dalam kesempatan itu akan bergegas masuk ke kokpit pada saat pintu dibuka. ”Tindakan seperti itu akan membutuhkan setidaknya dua orang yang diposisikan di kabin kelas pertama, yang mengamati pintu yang terbuka . Satu teroris harus melumpuhkan pilot dan teroris lain harus bergegas masuk ke dalam kokpit,” ujarnya.
“Para teroris, jika telah berada di dalam kontrol kokpit, akan mengarahkan pilot yang ada untuk mengarahkan pesawat dengan program baru. Atau, para teroris itu sendiri memiliki keterampilan menerbangkan pesawat,” sambung dia.
Spekulasi kedua, selain dugaan aksi teroris, kata Abend, salah satu pilot terlibat dalam insiden pesawat. Namun, spekulasi ini tak terbukti.
Spekulasi terakhir, yakni dugaan pilot bunuh diri juga janggal.”Bunuh diri dengan pesawat tampaknya tidak masuk akal dalam kasus ini. Mengapa menunggu sampai di tengah laut hal itu? Mengapa tidak mencoba bunuh diri segera setelah lepas landas?,” katanya seperti dikutip Malaysia Insider, Sabtu (29/3/2014).
(mas)