Satelit Inmarsat tak pernah sebut MH370 jatuh di laut
Sabtu, 29 Maret 2014 - 17:30 WIB
Satelit Inmarsat tak pernah sebut MH370 jatuh di laut
A
A
A
Sindonews.com - Perusahaan satelit Inmarsat Inggris mengatakan bahwa mereka tidak bertanggung jawab atas kesimpulan sepihak Pemerintah Malaysia yang menyebut pesawat Malaysia Airlines MH370 jatuh di Samudera Hindia selatan.
Inmarsat, melalui Cabang Investigasi Kecelakaan Pesawat Inggris (AAIB), mengatakan, pihaknya selama ini hanya memberikan informasi dugaan posisi terakhir pesawat MH370 sebelum berhenti terbang. Inmarsat tidak pernah menyimpulkan pesawat MH370 jatuh di Samudera Hindia.
”Kami memberikan informasi kami ke Malaysia, kemudian mereka menggabungkannya dengan semua informasi lain yang mereka miliki, yang kita tidak akan tahu tentang hal itu,” kata Jonathan Sinnatt, juru bicara perusahaan satelit Inmarsat yang berbasis di Inggris, seperti dilaporkan China Daily, Sabtu (29/3/2014).
“Dan kemudian mereka (Malaysia) menarik kesimpulan dari (data gabungan)itu, dan membuat pengumuman sendiri atas dasar itu,” lanjut Sinnatt. ”Kami hanya memberikan kontribusi satu set informasi,” imbuh Sinnat yang menegaskan bahwa Inmarsat tidak terlibat dalam pembuatan kesimpulan pesawat MH370 jatuh ke laut.
Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak dalam sebuah konferensi pers Senin malam lalu mengatakan bahwa berdasarkan analisis satelit Inmarsat, penerbangan pesawat yang membawa 239 orang itu berakhir di Samudera Hindia.
”Berdasarkan analisis baru mereka, Inmarsat dan AAIB telah menyimpulkan bahwa MH370 terbang sepanjang koridor selatan. Dan posisi terakhir yang berada di tengah Samudera Hindia, sebelah barat Perth,” katanya.
”Ini adalah lokasi terpencil, jauh dari lokasi pendaratan. Oleh karena itu dengan sedih dan menyesal bahwa saya harus memberitahu Anda bahwa menurut data baru ini, penerbangan MH370 berakhir di Samudera Hindia selatan,” lanjut Najib. Parahnya, pihak Malaysia Airlines melalui pesan tertulis, terang-terangan menyatakan, tidak ada orang yang selamat dalam penerbangan itu.
Inmarsat, melalui Cabang Investigasi Kecelakaan Pesawat Inggris (AAIB), mengatakan, pihaknya selama ini hanya memberikan informasi dugaan posisi terakhir pesawat MH370 sebelum berhenti terbang. Inmarsat tidak pernah menyimpulkan pesawat MH370 jatuh di Samudera Hindia.
”Kami memberikan informasi kami ke Malaysia, kemudian mereka menggabungkannya dengan semua informasi lain yang mereka miliki, yang kita tidak akan tahu tentang hal itu,” kata Jonathan Sinnatt, juru bicara perusahaan satelit Inmarsat yang berbasis di Inggris, seperti dilaporkan China Daily, Sabtu (29/3/2014).
“Dan kemudian mereka (Malaysia) menarik kesimpulan dari (data gabungan)itu, dan membuat pengumuman sendiri atas dasar itu,” lanjut Sinnatt. ”Kami hanya memberikan kontribusi satu set informasi,” imbuh Sinnat yang menegaskan bahwa Inmarsat tidak terlibat dalam pembuatan kesimpulan pesawat MH370 jatuh ke laut.
Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak dalam sebuah konferensi pers Senin malam lalu mengatakan bahwa berdasarkan analisis satelit Inmarsat, penerbangan pesawat yang membawa 239 orang itu berakhir di Samudera Hindia.
”Berdasarkan analisis baru mereka, Inmarsat dan AAIB telah menyimpulkan bahwa MH370 terbang sepanjang koridor selatan. Dan posisi terakhir yang berada di tengah Samudera Hindia, sebelah barat Perth,” katanya.
”Ini adalah lokasi terpencil, jauh dari lokasi pendaratan. Oleh karena itu dengan sedih dan menyesal bahwa saya harus memberitahu Anda bahwa menurut data baru ini, penerbangan MH370 berakhir di Samudera Hindia selatan,” lanjut Najib. Parahnya, pihak Malaysia Airlines melalui pesan tertulis, terang-terangan menyatakan, tidak ada orang yang selamat dalam penerbangan itu.
(mas)