Pemerintah Filipina & MILF teken kesepakatan damai
Kamis, 27 Maret 2014 - 20:03 WIB
Pemerintah Filipina & MILF teken kesepakatan damai
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Filipina dan kelompok militan Front Pembebasan Islam Moro (MILF), akhirnya menandatangi kesepakatan damai setelah bertikai selama hampir setengah abad dan telah menewaskan hampir 120 ribu jiwa.
Berdasarkan kesepakatan itu, MILF sepakat untuk membubarkan diri, menyerahkan senjata, dan membangun kembali komunitas mereka. Sementara pemerintah pusat memberikan mereka hak otonomi dengan kekuatan yang lebih luas untuk mengontrol ekonomi dan budaya mereka.
Tapi, potensi ancaman terhadap perdamaian tetap ada. Mulai dari faksi kecil MILF yang memisahkan diri dan membuat kelompok kriminal, hingga perseteruan antar suku. Semua faktor ini bisa menghambat investor enggan masuk ke daerah tersebut.
“Mari kita buang semua kenangan lama tentang pertempuran, peperangan menjadi masa depan penuh harapan, keselarasan, dan kemakmuran,” ungkap Presiden Filipina, Benigno Aquino, seperti dilansir Reuters(27/3/2014).
"Saya tidak akan membiarkan perdamaian direbut dari warga saya lagi," tegas Aquino ketika melakukan pidato penutupan perundingan damai yang telah berjalan selama 17 tahun tersebut.
Berdasarkan kesepakatan itu, MILF sepakat untuk membubarkan diri, menyerahkan senjata, dan membangun kembali komunitas mereka. Sementara pemerintah pusat memberikan mereka hak otonomi dengan kekuatan yang lebih luas untuk mengontrol ekonomi dan budaya mereka.
Tapi, potensi ancaman terhadap perdamaian tetap ada. Mulai dari faksi kecil MILF yang memisahkan diri dan membuat kelompok kriminal, hingga perseteruan antar suku. Semua faktor ini bisa menghambat investor enggan masuk ke daerah tersebut.
“Mari kita buang semua kenangan lama tentang pertempuran, peperangan menjadi masa depan penuh harapan, keselarasan, dan kemakmuran,” ungkap Presiden Filipina, Benigno Aquino, seperti dilansir Reuters(27/3/2014).
"Saya tidak akan membiarkan perdamaian direbut dari warga saya lagi," tegas Aquino ketika melakukan pidato penutupan perundingan damai yang telah berjalan selama 17 tahun tersebut.
(esn)