Meski diragukan, AS masih curiga MH370 korban teroris
Kamis, 27 Maret 2014 - 08:17 WIB
Meski diragukan, AS masih curiga MH370 korban teroris
A
A
A
Sindonews.com – Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Chuck Hagel mengatakan, pihaknya tidak mengesampingkan dugaan keterlibatan teroris atas hilangnya pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370. Padahal, para pakar penerbangan meragukan MH370 menjadi korban teroris, melainkan mengalami insiden mekanis saat mengudara.
Pernyataan Hagel itu disampaikan saat jumpa pers dengan Menteri Pertahanan Inggris, di Pentagon Rabu kemarin waktu AS atau hari ini (27/3/2014) WIB.
“Saya tidak berpikir pada saat ini kita bisa mengesampingkan (dugaan) apa pun. Saya pikir kita harus terus mencari. Dan Anda tahu Amerika Serikat terus tetap berkomitmen (mencari MH370),” ujar Hagel.
Dia mencatat pesawat AS telah berkerja sama dengan Malaysia dan Australia untuk misi pencarian pesawat MH370.”Jadi sampai kita memiliki informasi lebih lanjut, kita tidak tahu,” katanya.
Menurutnya, negara manapun selalu berpotensi dengan ancaman baru. ”Dan berusaha untuk mengantisipasi orang-orang (yang didiuga terlibat terorisme),” imbuh dia, seperti dilaporkan AP.
”Itulah misi kami, untuk keamanan negara ini.Kami menyadari ada ancaman yang berbahaya di dunia. Ada ancaman baru datang pada kita dengan cara yang berbeda sepanjang waktu. Jadi, Anda harus terus mempersiapkan diri.”
Menteri Pertahanan Inggris, Philip Hammond juga sependapat dengan Hagel. ”Kita tidak bisa mengesampingkan dugaan apa pun pada tahap ini,” ujarnya.
Pernyataan Hagel itu disampaikan saat jumpa pers dengan Menteri Pertahanan Inggris, di Pentagon Rabu kemarin waktu AS atau hari ini (27/3/2014) WIB.
“Saya tidak berpikir pada saat ini kita bisa mengesampingkan (dugaan) apa pun. Saya pikir kita harus terus mencari. Dan Anda tahu Amerika Serikat terus tetap berkomitmen (mencari MH370),” ujar Hagel.
Dia mencatat pesawat AS telah berkerja sama dengan Malaysia dan Australia untuk misi pencarian pesawat MH370.”Jadi sampai kita memiliki informasi lebih lanjut, kita tidak tahu,” katanya.
Menurutnya, negara manapun selalu berpotensi dengan ancaman baru. ”Dan berusaha untuk mengantisipasi orang-orang (yang didiuga terlibat terorisme),” imbuh dia, seperti dilaporkan AP.
”Itulah misi kami, untuk keamanan negara ini.Kami menyadari ada ancaman yang berbahaya di dunia. Ada ancaman baru datang pada kita dengan cara yang berbeda sepanjang waktu. Jadi, Anda harus terus mempersiapkan diri.”
Menteri Pertahanan Inggris, Philip Hammond juga sependapat dengan Hagel. ”Kita tidak bisa mengesampingkan dugaan apa pun pada tahap ini,” ujarnya.
(mas)