Menjelang pemilu, tingkat kekerasan di Irak meningkat
Rabu, 26 Maret 2014 - 18:01 WIB
Menjelang pemilu, tingkat kekerasan di Irak meningkat
A
A
A
Sindonews.com – Gelombang kekerasan di Irak dalam satu pekan terakhir telah menewaskan lebih dari 80 orang, termasuk 41 tentara, dan menyebabkan puluhan lainnya terluka.
Kondisi ini terjadi satu pekan sebelum pemilihan umum digelar di Irak. Menurut laporan Al Jazeera, dalam serangan paling mematikan, 22 tentara tewas dan 15 lainnya terluka di desa al Nibaee, dekat kota Taji, utara Baghdad.
Sebelumnya, seorang pembom bunuh diri meledakkan dirinya di dekat sebuah konvoi militer di kota Taji, menewaskan sedikitnya lima tentara dan 14 lainnya terluka. Di Baghdad, sembilan orang termasuk enam tentara tewas ketika sebuah truk sarat dengan bahan peledak diledakkan di sebuah jembatan.
Di sebuah kota yang didominasi Sunni Tarmiyah, sekitar 45 km utara Baghdad, sekelompok orang bersenjata tak dikenal menyerang sebuah pangkalan militer yang menewaskan delapan tentara dan melukai 14 lainnya.
Di Baghdad selatan, empat warga sipil tewas dan 14 lainnya terluka ketika sebuah mobil dipenuhi bahan peledak diledakan di pinggir jalan kota tersebut.
Di Buhriz, provinsi Diyala, 33 orang termasuk perempuan, dibunuh oleh milisi sektarian. Hal ini diutarakan oleh warga sekitar yang menjadi saksi, seperti dilansir Aljazeera, Rabu (26/3/2014).
Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas sebagian besar kekerasan baru-baru ini, tetapi kelompok-kelompok bersenjata Sunni, termasuk yang terkait dengan Negara Islam Irak dan kelompok Levant, biasanya dianggap bersalah atas tindak kekerasan di Irak.
Kondisi ini terjadi satu pekan sebelum pemilihan umum digelar di Irak. Menurut laporan Al Jazeera, dalam serangan paling mematikan, 22 tentara tewas dan 15 lainnya terluka di desa al Nibaee, dekat kota Taji, utara Baghdad.
Sebelumnya, seorang pembom bunuh diri meledakkan dirinya di dekat sebuah konvoi militer di kota Taji, menewaskan sedikitnya lima tentara dan 14 lainnya terluka. Di Baghdad, sembilan orang termasuk enam tentara tewas ketika sebuah truk sarat dengan bahan peledak diledakkan di sebuah jembatan.
Di sebuah kota yang didominasi Sunni Tarmiyah, sekitar 45 km utara Baghdad, sekelompok orang bersenjata tak dikenal menyerang sebuah pangkalan militer yang menewaskan delapan tentara dan melukai 14 lainnya.
Di Baghdad selatan, empat warga sipil tewas dan 14 lainnya terluka ketika sebuah mobil dipenuhi bahan peledak diledakan di pinggir jalan kota tersebut.
Di Buhriz, provinsi Diyala, 33 orang termasuk perempuan, dibunuh oleh milisi sektarian. Hal ini diutarakan oleh warga sekitar yang menjadi saksi, seperti dilansir Aljazeera, Rabu (26/3/2014).
Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas sebagian besar kekerasan baru-baru ini, tetapi kelompok-kelompok bersenjata Sunni, termasuk yang terkait dengan Negara Islam Irak dan kelompok Levant, biasanya dianggap bersalah atas tindak kekerasan di Irak.
(esn)