Krisis Suriah, isu utama KTT Liga Arab
Rabu, 26 Maret 2014 - 16:58 WIB
Krisis Suriah, isu utama KTT Liga Arab
A
A
A
Sindonews.com – Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Liga Arab ke -25, Rabu (26/3/2014), di Kuwait memfokuskan pada pembahasanisu-isu regional, khususnya konflik di Suriah dan pembicaraan damai antara Israel dan Palestina.
Pemimpin Kuwait, Amir Sheikh Ahmad al Sabah yang membuka KTT Liga Arab mendesak negara-negara anggota agar lebih bisa bersatu dan membangun hubungan yang erat.
"KTT ini diselenggarakan dalam keadaan sulit, baik di tingkat regional dan internasional. Jadi, sangat penting bagi kita untuk bersatu dan mengkoordinasikan kebijakan demi kemakmuran dan keamanan regional," ungkap al Sabah, seperti dikutip Xinhua.
Ia juga menambahkan, bahwa konflik di Suriah, yang telah merenggut ratusan ribu nyawa dan membuat jutaan orang mengugsi, merupakan krisis kemanusiaan, moral dan hukum, di mana kekerasan yang terjadi di sana memiliki efek negatif pada negara-negara tetangga, termasuk Yordania dan Libanon.
Al Sabah meminta Dewan Keamanan PBB untuk segera menemukan solusi untuk mengakhiri perang sipil Suriah, "Kami merasakan rasa sakit dari Suriah, dan kami akan mengerahkan upaya untuk membantu mereka,” ungkap al Sabah.
Sementara itu, Suriah sendiri sudah dibekukan keanggotannya dari Liga Arab sejak 2011. Kursi Suriah sengaja dibiarkan kosong, sebagai tanda kepada pihak Suriah, bahwa mereka harus segera menyelesaikan krisis mereka untuk bisa kembali menjadi anggota Liga Arab.
Pemimpin Kuwait, Amir Sheikh Ahmad al Sabah yang membuka KTT Liga Arab mendesak negara-negara anggota agar lebih bisa bersatu dan membangun hubungan yang erat.
"KTT ini diselenggarakan dalam keadaan sulit, baik di tingkat regional dan internasional. Jadi, sangat penting bagi kita untuk bersatu dan mengkoordinasikan kebijakan demi kemakmuran dan keamanan regional," ungkap al Sabah, seperti dikutip Xinhua.
Ia juga menambahkan, bahwa konflik di Suriah, yang telah merenggut ratusan ribu nyawa dan membuat jutaan orang mengugsi, merupakan krisis kemanusiaan, moral dan hukum, di mana kekerasan yang terjadi di sana memiliki efek negatif pada negara-negara tetangga, termasuk Yordania dan Libanon.
Al Sabah meminta Dewan Keamanan PBB untuk segera menemukan solusi untuk mengakhiri perang sipil Suriah, "Kami merasakan rasa sakit dari Suriah, dan kami akan mengerahkan upaya untuk membantu mereka,” ungkap al Sabah.
Sementara itu, Suriah sendiri sudah dibekukan keanggotannya dari Liga Arab sejak 2011. Kursi Suriah sengaja dibiarkan kosong, sebagai tanda kepada pihak Suriah, bahwa mereka harus segera menyelesaikan krisis mereka untuk bisa kembali menjadi anggota Liga Arab.
(esn)