Korut tembakkan rudal lagi, AS & Korsel kesal
Rabu, 26 Maret 2014 - 09:03 WIB
Korut tembakkan rudal lagi, AS & Korsel kesal
A
A
A
Sindonews.com - Korea Utara melakukan uji tembak rudal balistik jarak menengah, hanya beberapa saat setelah Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, bertemu dengan pemimpin Korea Selatan dan pemimpin Jepang.
Aksi penembakan rudal yang hanya berselang beberapa hari dari aksi serupa pada pekan lalu itu, membuat Washington dan Seoul kesal.Pertemuan Obama dan dua pemimipin Asia sendiri berlangsung di Belanda untuk membahas kerjasama antar-negara.
Korea Utara (Korut) telah meluapkan kemarahannya atas latihan perang gabungan antara militer Korea Selatan (Korsel) dan militer Amerika Serikat (AS). Washington dan Seoul sendiri langsung mengutuk tindakan provokasi dari Pyongyang. Peluncuran rudal oleh Korut juga sudah dilarang PBB.
Kementerian Pertahanan Korsel, mengatakan rudal Nodong jarak menengah telah ditembakkan dari wilayah Suckon, sebelah utara Pyongyang. Rudal itu meluncur sejauh 650km sebelum akhirnya jatuh di lepas pantai timur.
Kementerian itu menyebut, aksi Pyongyang sebagai provokasi serius. Peluncuran rudal Nodong baru pertama kali setelah peluncuran terakhir tahun 2009 silam.
Departemen Luar Negeri AS, ikut berang dengan aksi Korut yang berlangsung kemarin.”Kami berkoordinasi dengan sekutu dan mitra kami, termasuk di Dewan Keamanan PBB, untuk mengambil langkah yang tepat dalam menanggapi provokasi terbaru ini,” bunyi pernyataan departemen itu seperti dikutip BBC, Rabu (26/3/2014).
”Juga untuk mengatasi ancaman terhadap keamanan global yang ditimbulkan oleh nuklir dan rudal DPRK (Korut),” lanjut pernyataan itu. ”Kami mendesak Korut menahan diri tindakan-tindakan lebih mengancam.”
Aksi penembakan rudal yang hanya berselang beberapa hari dari aksi serupa pada pekan lalu itu, membuat Washington dan Seoul kesal.Pertemuan Obama dan dua pemimipin Asia sendiri berlangsung di Belanda untuk membahas kerjasama antar-negara.
Korea Utara (Korut) telah meluapkan kemarahannya atas latihan perang gabungan antara militer Korea Selatan (Korsel) dan militer Amerika Serikat (AS). Washington dan Seoul sendiri langsung mengutuk tindakan provokasi dari Pyongyang. Peluncuran rudal oleh Korut juga sudah dilarang PBB.
Kementerian Pertahanan Korsel, mengatakan rudal Nodong jarak menengah telah ditembakkan dari wilayah Suckon, sebelah utara Pyongyang. Rudal itu meluncur sejauh 650km sebelum akhirnya jatuh di lepas pantai timur.
Kementerian itu menyebut, aksi Pyongyang sebagai provokasi serius. Peluncuran rudal Nodong baru pertama kali setelah peluncuran terakhir tahun 2009 silam.
Departemen Luar Negeri AS, ikut berang dengan aksi Korut yang berlangsung kemarin.”Kami berkoordinasi dengan sekutu dan mitra kami, termasuk di Dewan Keamanan PBB, untuk mengambil langkah yang tepat dalam menanggapi provokasi terbaru ini,” bunyi pernyataan departemen itu seperti dikutip BBC, Rabu (26/3/2014).
”Juga untuk mengatasi ancaman terhadap keamanan global yang ditimbulkan oleh nuklir dan rudal DPRK (Korut),” lanjut pernyataan itu. ”Kami mendesak Korut menahan diri tindakan-tindakan lebih mengancam.”
(mas)