Perancis: Objek di citra satelit belum tentu puing MH370
Senin, 24 Maret 2014 - 19:25 WIB
Perancis: Objek di citra satelit belum tentu puing MH370
A
A
A
Sindonews.com – Tidak ada bukti bahwa objek yang ditangkap oleh citra satelit Perancis baru-baru ini adalah milik pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370, ungkap Duta Besar Perancis untuk Malaysia, Martine Dorance.
"Sejauh yang saya tahu, pada saat ini, tidak ada bukti bahwa objek tersebut merupakan bagian dari pesawat. Namun, kami akan terus memberikan bantuan kepada pemerintah Malaysia untuk menemukan pesawat tersebut,” ungkap Dorance, seperti dilansir Chanel News Asia, Senin (24/3/2014).
Sebelumnya dilaporkan bahwa Perancis telah memberikan citra satelit kepada Malaysia yang menunjukkan beberapa objek di Samudera Hindia yang mungkin berasal dari pesawat MAS MH370 yang hilang sejak 8 Maret lalu.
Dorance mengatakan, Perancis akan menggunakan pengalaman mereka di Air France 447 untuk membantu Malaysia, termasuk membawa mantan Kepala Departemen Penerbangan Sipil Prancis, Jean Paul Troadec untuk terlibat dalam penyelidikan.
Sebuah satelit Prancis berhasil menangkap citra sebuah objek di Samudera Hindia selatan, setelah sebelumnya pihak China dan Australia juga melalukan hal yang sama.
"Sejauh yang saya tahu, pada saat ini, tidak ada bukti bahwa objek tersebut merupakan bagian dari pesawat. Namun, kami akan terus memberikan bantuan kepada pemerintah Malaysia untuk menemukan pesawat tersebut,” ungkap Dorance, seperti dilansir Chanel News Asia, Senin (24/3/2014).
Sebelumnya dilaporkan bahwa Perancis telah memberikan citra satelit kepada Malaysia yang menunjukkan beberapa objek di Samudera Hindia yang mungkin berasal dari pesawat MAS MH370 yang hilang sejak 8 Maret lalu.
Dorance mengatakan, Perancis akan menggunakan pengalaman mereka di Air France 447 untuk membantu Malaysia, termasuk membawa mantan Kepala Departemen Penerbangan Sipil Prancis, Jean Paul Troadec untuk terlibat dalam penyelidikan.
Sebuah satelit Prancis berhasil menangkap citra sebuah objek di Samudera Hindia selatan, setelah sebelumnya pihak China dan Australia juga melalukan hal yang sama.
(esn)