Lagi, tembakan 30 rudal Korut usik latihan perang AS & Korsel
Sabtu, 22 Maret 2014 - 13:09 WIB
Lagi, tembakan 30 rudal Korut usik latihan perang AS & Korsel
A
A
A
Sindonews.com - Korea Utara kembali melakukan uji tembak 30 rudal jarak pendek ke laut pada Sabtu (22/3/2014). Aksi Korut itu terjadi di tengah latihan perang antara pasukan Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat.
Seoul dan Washington sudah menyerukan agar Pyongyang menghentikan aksi provokatif. ”Korut menembakkan 30 rudal jarak pendek pada pukul 04.00-6.10 pagi ini dari pantai timur ke Laut Jepang,” kata juru bicara pimpinan latihan perang gabungan, dalam sebuah pernyataan.
”Rudal-rudal diperkirakan telah meluncur sekitar 60 kilometer,” lanjut pernyataan itu, seperti dilansir kantor berita Yonhap. Para analis mengatakan rudal telah diluncurkan dari lokasi yang sama dengan 25 proyektil pada hari Minggu lalu, di dekat pelabuhan timur Wonsan. Proyektil yang ditembakkan merupakan produk era Uni Soviet tahun 1960-an.
”Ini merupakan ekspresi kemarahan pada latihan militer bersama, yakni antara Korsel dengan sekutunya Amerika Serikat,” kata Yang Moo-jin, profesor dari University of North Korean.
Tembakan 30 rudal, menurutnya merupakan tindakan tang tidak biasa dilakukan Pyongyang, jika hanya sekadar menguji tembak rudal. ”Korut harus menghentikan tindakan yang menimbulkan ketegangan militer dan membuat tetangganya bingung,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan Korsel, Kim Min – seok.
”Tindakan provokatif yang dibuat tanpa pemberitahuan sebelumnya dapat menimbulkan bahaya yang signifikan untuk kapal laut dan pesawat yang lewat di daerah itu,” ucapnya.
Seoul dan Washington sudah menyerukan agar Pyongyang menghentikan aksi provokatif. ”Korut menembakkan 30 rudal jarak pendek pada pukul 04.00-6.10 pagi ini dari pantai timur ke Laut Jepang,” kata juru bicara pimpinan latihan perang gabungan, dalam sebuah pernyataan.
”Rudal-rudal diperkirakan telah meluncur sekitar 60 kilometer,” lanjut pernyataan itu, seperti dilansir kantor berita Yonhap. Para analis mengatakan rudal telah diluncurkan dari lokasi yang sama dengan 25 proyektil pada hari Minggu lalu, di dekat pelabuhan timur Wonsan. Proyektil yang ditembakkan merupakan produk era Uni Soviet tahun 1960-an.
”Ini merupakan ekspresi kemarahan pada latihan militer bersama, yakni antara Korsel dengan sekutunya Amerika Serikat,” kata Yang Moo-jin, profesor dari University of North Korean.
Tembakan 30 rudal, menurutnya merupakan tindakan tang tidak biasa dilakukan Pyongyang, jika hanya sekadar menguji tembak rudal. ”Korut harus menghentikan tindakan yang menimbulkan ketegangan militer dan membuat tetangganya bingung,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan Korsel, Kim Min – seok.
”Tindakan provokatif yang dibuat tanpa pemberitahuan sebelumnya dapat menimbulkan bahaya yang signifikan untuk kapal laut dan pesawat yang lewat di daerah itu,” ucapnya.
(mas)