Dukung pencarian MH370, RI beri izin pesawat asing melintas
Jum'at, 21 Maret 2014 - 08:56 WIB
Dukung pencarian MH370, RI beri izin pesawat asing melintas
A
A
A
Sindonews.com –Pemerintah Indonesia mendukung pencarian pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 di Samudera Hindia. Indonesia memberikan izin bagi pesawat-pesawat asing dari sejumlah negara melintasi langit Indonesia.
“Terhitung 20 Maret 2014, Indonesia telah mengeluarkan 49 flight clearance (izin terbang) untuk pesawat dari Australia, Amerika Serikat, Jepang, Malaysia, Selandia Baru, Republik Korea, dan Uni Emirate Arab,” bunyi pernyataan Direktorat Informasi dan Media Kementerian Luar Negeri Indonesia, dalam rilisnya yang diterima Sindonews, Jumat (21/3/2014).
Menurut Direktorat itu, sejak pesawat MH370 hilang pada 8 Maret 2014, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur terus mengikuti perkembangan dan memberikan laporan terkait insiden tersebut. “Di samping memfasilitasi keluarga dari ketujuh penumpang WNI selama berada di Kuala Lumpur,” lanjut pernyataan itu.
Hingga 20 Maret 2014, semua keluarga ketujuh penumpang WNI telah kembali ke Tanah Air. Keluarga Ferry Indra Suadaya, Herry Indra Suadaya, Indra Suria Tanurisan, serta Wang Willy Surijanto telah kembali ke Jakarta. Sementara keluarga Firman Chandra Siregar dan pasangan suami istri Sugianto Lodan dan Vinny Chynthya Tio kembali ke Medan.
Di Tanah Air, Direktorat Perlindungan WNI-BHI dan Direktorat Asia Timur dan Pasifik setiap hari menjalin kontak dengan keluarga korban dan melaporkan perkembangan terkait pesawat MH370 yang disampaikan KBRI Kuala Lumpur melalui komunikasi dengan Pemerintah Malaysia dan pihak Malaysia Airlines.
Selain itu, Pemerintah Indonesia melalui Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Badan SAR Nasional (BASARNAS) atas dasar semangat ASEAN dan hubungan bilateral yang baik telah memberikan dukungan atas upaya pencarian MH370 telah mengerahkan 8 kapal dan 3 pesawat.
“Terhitung 20 Maret 2014, Indonesia telah mengeluarkan 49 flight clearance (izin terbang) untuk pesawat dari Australia, Amerika Serikat, Jepang, Malaysia, Selandia Baru, Republik Korea, dan Uni Emirate Arab,” bunyi pernyataan Direktorat Informasi dan Media Kementerian Luar Negeri Indonesia, dalam rilisnya yang diterima Sindonews, Jumat (21/3/2014).
Menurut Direktorat itu, sejak pesawat MH370 hilang pada 8 Maret 2014, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur terus mengikuti perkembangan dan memberikan laporan terkait insiden tersebut. “Di samping memfasilitasi keluarga dari ketujuh penumpang WNI selama berada di Kuala Lumpur,” lanjut pernyataan itu.
Hingga 20 Maret 2014, semua keluarga ketujuh penumpang WNI telah kembali ke Tanah Air. Keluarga Ferry Indra Suadaya, Herry Indra Suadaya, Indra Suria Tanurisan, serta Wang Willy Surijanto telah kembali ke Jakarta. Sementara keluarga Firman Chandra Siregar dan pasangan suami istri Sugianto Lodan dan Vinny Chynthya Tio kembali ke Medan.
Di Tanah Air, Direktorat Perlindungan WNI-BHI dan Direktorat Asia Timur dan Pasifik setiap hari menjalin kontak dengan keluarga korban dan melaporkan perkembangan terkait pesawat MH370 yang disampaikan KBRI Kuala Lumpur melalui komunikasi dengan Pemerintah Malaysia dan pihak Malaysia Airlines.
Selain itu, Pemerintah Indonesia melalui Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Badan SAR Nasional (BASARNAS) atas dasar semangat ASEAN dan hubungan bilateral yang baik telah memberikan dukungan atas upaya pencarian MH370 telah mengerahkan 8 kapal dan 3 pesawat.
(mas)