Cekcok soal Crimea, dubes AS & Rusia saling ancam

Kamis, 20 Maret 2014 - 14:33 WIB
Cekcok soal Crimea,...
Cekcok soal Crimea, dubes AS & Rusia saling ancam
A A A
Sindonews.com – Pertemuan Dewan Keramanan PBB diwarnai cekcok antara duta besar (dubes) Amerika Serikat untuk PBB, dan dubes Rusia untuk PBB. Keduanya berdebat sengit soal referendum Crimea dan berujung saling ancam.

AS berniat mengajukan resolusi kepada Dewan Keamanan PBB. Isinya, menyerukan kepada seluruh negara anggota PBB agar menolak hasil referendum Crimea. Namun, Rusia sebagai salah satu anggota tetap Dewan Keamanan PBB memveto resolusi itu. Aksi Rusia itu membuat dubes AS untuk PBB, Samantha Power jengkel.

Dubes Rusia untuk PBB, Vitaly Churkin, yang sendirian membela Rusia atas referendum Crimea, semua berpidato dengan merayakan perjanjian yang ditandatangani Presiden Rusia, Vladimir Putin, soal bergabungnya Crimea ke Federasi Rusia.

Churkin mengatakan, Rusia menghormati kehendak rakyat Crimea dan mematuhi hukum internasional. ”Kemarin, sesuatu yang benar-benar bersejarah telah terjadi,” kata Churkin. ”Sebuah sejarah ketidakadilan telah dikoreksi,” katanya lagi, seperti dikutip Reuters.

Pernyataan Churkin itu menyulut dubes AS Samantha Power. ”AS menolak intervensi militer dan pencaplokan Crimea oleh Rusia,” ujar Samantha.

Samantha lantas mengancam, bahwa AS dan sekutunya yang menjatuhkan sanksi terhadap Rusia akan terus berlanjut. ”(AS) siap untuk mengambil langkah-langkah tambahan jika agresi atau provokasi Rusia terus berlanjut,” kata Samantha.

“Seorang pencuri dapat mencuri aset, tapi itu tidak memberi hak kepemilikan pada pencuri,” sindir Samantha. Tak terima dengan ledekan itu, Churkin mulai emosi. ”Ini tidak hanya dapat diterima untuk mendengarkan penghinaan tersebut ditujukan kepada negara kita,” katanya. Dia juga mengancam, bahwa sanksi AS terhadap Rusia akan berbalik.

“Jika dubes AS mengharapkan kerjasama kita di Dewan Keamanan pada isu-isu lain, maka Samantha harus memahami hal ini cukup jelas,” gertak Churkin. Sesaat kemudian, Samantha meninggalkan forum tersebut.

Cekcok dua dubes itu terjadi saat Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki -moon berangkat ke Rusia dan Ukraina untuk untuk mencari solusi diplomatik atas krisis Ukraina. Ban Ki-moon akan bertemu dengan Presiden Vladimir Putin dan pejabat Rusia lainnya di Moskow pada hari ini (20/3/2014), dan melakukan perjalanan ke Kiev, Ukraina, besok.
(mas)
Berita Terkait
Para Pemimpin UE Siapkan...
Para Pemimpin UE Siapkan Sanksi Keras ke Rusia
Militer Rusia Kembali...
Militer Rusia Kembali Bombardir Fasilitas Utama di Ukraina
Rudal Rusia Hantam Pasar...
Rudal Rusia Hantam Pasar di Ukraina, 16 Orang Tewas
Pertempuran Sengit di...
Pertempuran Sengit di Mariupol, Pejuang Chechnya bunuh Pasukan Asing
Begini Momen saat Pesawat...
Begini Momen saat Pesawat Canggih Rusia SU-35S Hancurkan Markas Militer Ukraina dengan Rudal
Roket Uragan Rusia Hantam...
Roket Uragan Rusia Hantam Apartemen di Kota Chasiv Yar, 10 Tewas dan Puluhan Lain Tertimbun
Berita Terkini
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
48 menit yang lalu
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
1 jam yang lalu
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
3 jam yang lalu
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
3 jam yang lalu
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
4 jam yang lalu
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
5 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved