Kantor polisi Afghanistan diserbu bomber, 5 nyawa melayang
Kamis, 20 Maret 2014 - 14:04 WIB
Kantor polisi Afghanistan diserbu bomber, 5 nyawa melayang
A
A
A
Sindonews.com –Kantor polisi di Jalalabad, Afghanistan tiba-tiba diserang kelompok Taliban, Kamis (20/3/2014). Lima orang dari sekelompok penyerang merupakan pembom (bomber) bunuh diri.
Sedikitnya lima orang tewas dan 20 lainnya terluka. Pelaku bom bunuh diri melakukan serangan dengan meledakkan diri bersama mobil yang dia kemudikan. Sesaat setelah itu, terjadi baku tembak antara kelompok penyerang dengan para polisi.
Serangan itu dimulai sebelum fajar, dan berlangsung selama tiga jam. Polisi menyebut, sekitar setengah lusin kelompok militan terlibat dalam baku tembak.
”Lima pelaku bom bunuh diri telah tewas sejauh ini dan operasi pembersihan sedang berlangsung,” kata juru bicara polisi Hazrat, Hussain Mashriqiwal, seperti dikutip Reuters.
Sementara itu, kelompok Taliban mengirim pesan ke mediabahwa mereka mengklaim bertanggung jawab atas serangan di kantor polisi, yang terletak di dekat kantor perwakilan PBB itu.
Pasukan keamanan Afghanistan juga menemukan dua bom pinggir jalan yang menghubungkan Jalalabad dan Kabul. Lokasi itu kini dijaga ketat.
Sedikitnya lima orang tewas dan 20 lainnya terluka. Pelaku bom bunuh diri melakukan serangan dengan meledakkan diri bersama mobil yang dia kemudikan. Sesaat setelah itu, terjadi baku tembak antara kelompok penyerang dengan para polisi.
Serangan itu dimulai sebelum fajar, dan berlangsung selama tiga jam. Polisi menyebut, sekitar setengah lusin kelompok militan terlibat dalam baku tembak.
”Lima pelaku bom bunuh diri telah tewas sejauh ini dan operasi pembersihan sedang berlangsung,” kata juru bicara polisi Hazrat, Hussain Mashriqiwal, seperti dikutip Reuters.
Sementara itu, kelompok Taliban mengirim pesan ke mediabahwa mereka mengklaim bertanggung jawab atas serangan di kantor polisi, yang terletak di dekat kantor perwakilan PBB itu.
Pasukan keamanan Afghanistan juga menemukan dua bom pinggir jalan yang menghubungkan Jalalabad dan Kabul. Lokasi itu kini dijaga ketat.
(mas)