Australia akan jatuhkan sanksi bagi Rusia
Rabu, 19 Maret 2014 - 18:58 WIB
Australia akan jatuhkan sanksi bagi Rusia
A
A
A
Sindonews.com– Australia mengaku akan menjatuhkan sanksi keuangan dan larangan perjalanan terhadap para pejabat Rusia yang terlibat dalam usaha pencaplokan Crimea. Namun, belum diketahui siapa saja pejabat yang akan menerima sanksi tersebut.
Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop, mengemukakan kecaman terhadap pemerintah Rusia yang dianggap melanggar kedaulatan Ukraina.
"Saya mengutuk langkah Presiden Rusia Vladimir Putin dalam mencaplok wilayah Ukraina, yaitu Crimea," ungkap Bishop, seperti dilansir Chanel News Asia, Rabu (19/3/2014).
"Pemungutan suara ilegal di Crimea pada 16 Maret lalu, dilakukan saat pasukan Rusia yang secara efektif mengendalikan wilayah itu, tidak bisa membentuk dasar yang sah untuk setiap perubahan status dari Crimea," Bishop menambahkan.
Akhir pekan lalu, warga Crimea melakukan referendum untuk menentukan masa depa mereka. Hampir 97% rakyat Crimea akhirnya memutuskan untuk lepas dari Ukraina dan memilih bergabung dengan Rusia. Presiden Putin sendiri sudah menandatangi surat yang menyatakan bahwa Crimea sudah bergabung dengan Rusia.
"Kami tetap dalam kontak dengan teman-teman dan sekutu, termasuk melalui keanggotaan kami di Dewan Keamanan PBB, di mana kami telah menyampaikan protes keras terhadap Rusia tentang sikapnya terhadap Ukraina," tegas Bishop.
Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop, mengemukakan kecaman terhadap pemerintah Rusia yang dianggap melanggar kedaulatan Ukraina.
"Saya mengutuk langkah Presiden Rusia Vladimir Putin dalam mencaplok wilayah Ukraina, yaitu Crimea," ungkap Bishop, seperti dilansir Chanel News Asia, Rabu (19/3/2014).
"Pemungutan suara ilegal di Crimea pada 16 Maret lalu, dilakukan saat pasukan Rusia yang secara efektif mengendalikan wilayah itu, tidak bisa membentuk dasar yang sah untuk setiap perubahan status dari Crimea," Bishop menambahkan.
Akhir pekan lalu, warga Crimea melakukan referendum untuk menentukan masa depa mereka. Hampir 97% rakyat Crimea akhirnya memutuskan untuk lepas dari Ukraina dan memilih bergabung dengan Rusia. Presiden Putin sendiri sudah menandatangi surat yang menyatakan bahwa Crimea sudah bergabung dengan Rusia.
"Kami tetap dalam kontak dengan teman-teman dan sekutu, termasuk melalui keanggotaan kami di Dewan Keamanan PBB, di mana kami telah menyampaikan protes keras terhadap Rusia tentang sikapnya terhadap Ukraina," tegas Bishop.
(esn)