BEA bantu tim SAR cari MH370
Senin, 17 Maret 2014 - 20:19 WIB
BEA bantu tim SAR cari MH370
A
A
A
Sindonews.com – Badan Keselamatan Penerbangan Perancis (BEA) tiba di Malaysia untuk membantu tim investigasi internasional dalam pencarian pesawat Malaysia Airlines(MAS) MH370 yang hilang sejak 8 Maret lalu.
Penasihat khusus untuk BEA, Jean Paul Troadec, mengatakan, Perancis akan mengirim para ahli untuk membantu penyelidikan dengan melihat semua data, termasuk informasi radar satelit yang dikumpulkan oleh pihak berwenang Malaysia.
“Keahlian Perancis dalam menemukan Air France penerbangan 447 yang mengalami kecelakaan pada tahun 2009, akan diterapkan dalam pencarian pesawat MAS MH370,” ungkap Troadec.
"Pihak berwenang Malaysia belum menemukan puing-puing apapun. Namun, kami pasti akan membantu mereka dalam mengorganisir pencarian di bawah air," Troadec menambahkan, seperti dilansir News Strait Times, Senin (17/3/2014).
"Selain Perancis danAmerika Serikat, pemerintah Inggris juga telah bergabung dalam diskusi terbuka pada data yang telah mereka kumpulkan," ungkap mantan direktur BEA tersebut.
“Pencarian bawah air harus dilakukan dalam jangka waktu 30-40 hari, karena itu merupakan batas waktu baterai kotak hitam. Cara lain adalah dengan menggunakan sonar yang akan mengirim sinyal dari bawah laut yang bekerja sebagai radar untuk mendeteksi potongan-potongan logam dari pesawat,” Troadec menjelaskan.
Sementara itu, delegasi China juga telah mengadakan pertemuan dengan Departemen Penerbangan Sipil Malaysia. Mereka berencana untuk menempatkan para ahli mereka untuk penyelidikan pesawat dan kerja sama antara kedua akan segera dimulai.
Penasihat khusus untuk BEA, Jean Paul Troadec, mengatakan, Perancis akan mengirim para ahli untuk membantu penyelidikan dengan melihat semua data, termasuk informasi radar satelit yang dikumpulkan oleh pihak berwenang Malaysia.
“Keahlian Perancis dalam menemukan Air France penerbangan 447 yang mengalami kecelakaan pada tahun 2009, akan diterapkan dalam pencarian pesawat MAS MH370,” ungkap Troadec.
"Pihak berwenang Malaysia belum menemukan puing-puing apapun. Namun, kami pasti akan membantu mereka dalam mengorganisir pencarian di bawah air," Troadec menambahkan, seperti dilansir News Strait Times, Senin (17/3/2014).
"Selain Perancis danAmerika Serikat, pemerintah Inggris juga telah bergabung dalam diskusi terbuka pada data yang telah mereka kumpulkan," ungkap mantan direktur BEA tersebut.
“Pencarian bawah air harus dilakukan dalam jangka waktu 30-40 hari, karena itu merupakan batas waktu baterai kotak hitam. Cara lain adalah dengan menggunakan sonar yang akan mengirim sinyal dari bawah laut yang bekerja sebagai radar untuk mendeteksi potongan-potongan logam dari pesawat,” Troadec menjelaskan.
Sementara itu, delegasi China juga telah mengadakan pertemuan dengan Departemen Penerbangan Sipil Malaysia. Mereka berencana untuk menempatkan para ahli mereka untuk penyelidikan pesawat dan kerja sama antara kedua akan segera dimulai.
(esn)