Libatkan banyak negara, pencarian MH370 masih nihil
Senin, 17 Maret 2014 - 16:07 WIB
Libatkan banyak negara, pencarian MH370 masih nihil
A
A
A
Sindonews.com – Hingga sore hari ini, pencarian internasional atas pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 yang hilang telah melibatkan 26 negara. Namun, pencarian belum membuahkan hasil yang menggembirakan.
Pencarian untuk pesawat nahas tersebut kini dipecah menjadi dua wilayah. Untuk wilayah utara meliputi Malaysia, Laut Andaman, hingga Kazakhstan, melibtakan pemerintah India, Turkemistan, Kazakhstan, Kyrgyzstan dan beberapa negara lainnya. Lalu untuk wilayah selatan yang meliputi Malaysia hingga Samudra Hindia, dipimpin oleh Australia.
Menteri Luar Negeri Australia, David Johnston, mengatakan, Pemerintah Australia akan berusaha semaksimal mungkin untuk menemukan pesawat tersebut.
"Kami sekarang mengubah fokus kami ke tengah Samudera Hindia bagian timur untuk mencoba memecahkan misteri ini," ungkap Johnston.
Sementara itu, pihak Singapura masih melakukan pencarian di wilayah Selat Malaka, sedangkan India berfokus melakukan pencarian di sekitar Laut Andaman. Pemerintah Malaysia sendiri meminta bantuan kepada Amerika Serikat, China, dan Perancis untuk memaksimalkan satelit mereka dalam pencarian pesawat tersebut.
Pencarian untuk pesawat nahas tersebut kini dipecah menjadi dua wilayah. Untuk wilayah utara meliputi Malaysia, Laut Andaman, hingga Kazakhstan, melibtakan pemerintah India, Turkemistan, Kazakhstan, Kyrgyzstan dan beberapa negara lainnya. Lalu untuk wilayah selatan yang meliputi Malaysia hingga Samudra Hindia, dipimpin oleh Australia.
Menteri Luar Negeri Australia, David Johnston, mengatakan, Pemerintah Australia akan berusaha semaksimal mungkin untuk menemukan pesawat tersebut.
"Kami sekarang mengubah fokus kami ke tengah Samudera Hindia bagian timur untuk mencoba memecahkan misteri ini," ungkap Johnston.
Sementara itu, pihak Singapura masih melakukan pencarian di wilayah Selat Malaka, sedangkan India berfokus melakukan pencarian di sekitar Laut Andaman. Pemerintah Malaysia sendiri meminta bantuan kepada Amerika Serikat, China, dan Perancis untuk memaksimalkan satelit mereka dalam pencarian pesawat tersebut.
(esn)