Malaysia: Semua kemungkinan bisa terjadi pada MH370
Sabtu, 15 Maret 2014 - 03:51 WIB
Malaysia: Semua kemungkinan bisa terjadi pada MH370
A
A
A
Sindonews.com – Satu pekan sudah pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 hilang. Namun, belum ada titik terang atas misteri hilangnya pesawat yang membawa 227 penumpang dan 12 awak itu.
Sejumlah teori dan kemungkinan telah diajukan oleh pengamat, pakar penerbangan, dunia intelijen, dan banyak pihak lainnya. Ada yang menyebut pesawat ini meledak di udara, jatuh ke lautan, dibajak, dan sejumlah kemungkinan lain.
Pemerintah Malaysia sendiri belum bisa memastikan apa yang menjadi penyebab hilangnya pesawat itu. Bahkan, belum bisa menentukan lokasi kemungkinan pesawat itu menghilang. Setelah melakukan operasi pencarian di Laut China Selatan, Selat Malaka, dan Laut Andaman, kini pencarian diperluas hingga ke Samudera Hindia.
"Pesawat ini masih hilang dan area pencarian berkembang," kata Menteri Transportasi Malaysia, Hishammuddin Hussein, Jumat (14/3/2014). "Bersama dengan mitra internasional, kami mendorong pencarian lebih ke timur Laut Cina Selatan dan lebih jauh ke Samudera Hindia,” lanjutnya.
“Kurangnya keberhasilan dalam pencarian memaksa kita untuk melihat lebih jauh dan lebih jauh. Sebanyak 57 kapal dan 48 pesawat dari 13 negara dikerahkan di seluruh zona pencarian,” tambahnya, seperti dikutip dari New Straits Times.
Sama seperti hari-hari awal hilangnya MAS MH370, Malaysia membantah semua teori yang dikemukakan soal nasib pesawat nahas ini. Termasuk soal waktu terbang MH370 yang oleh pejabat Amerika Serikat disebut masih terbang selama 4 hingg 5 jam setelah putus kontak dengan menara pengawas udara.
“Segalanya mungkin. Kami hanya akan mengkonfirmasi apa yang bisa diverifikasi,” tandas Hishammuddin, yang menolak mengomentari sejumlah teori soal hilangnya MAS MH370.
Sejumlah teori dan kemungkinan telah diajukan oleh pengamat, pakar penerbangan, dunia intelijen, dan banyak pihak lainnya. Ada yang menyebut pesawat ini meledak di udara, jatuh ke lautan, dibajak, dan sejumlah kemungkinan lain.
Pemerintah Malaysia sendiri belum bisa memastikan apa yang menjadi penyebab hilangnya pesawat itu. Bahkan, belum bisa menentukan lokasi kemungkinan pesawat itu menghilang. Setelah melakukan operasi pencarian di Laut China Selatan, Selat Malaka, dan Laut Andaman, kini pencarian diperluas hingga ke Samudera Hindia.
"Pesawat ini masih hilang dan area pencarian berkembang," kata Menteri Transportasi Malaysia, Hishammuddin Hussein, Jumat (14/3/2014). "Bersama dengan mitra internasional, kami mendorong pencarian lebih ke timur Laut Cina Selatan dan lebih jauh ke Samudera Hindia,” lanjutnya.
“Kurangnya keberhasilan dalam pencarian memaksa kita untuk melihat lebih jauh dan lebih jauh. Sebanyak 57 kapal dan 48 pesawat dari 13 negara dikerahkan di seluruh zona pencarian,” tambahnya, seperti dikutip dari New Straits Times.
Sama seperti hari-hari awal hilangnya MAS MH370, Malaysia membantah semua teori yang dikemukakan soal nasib pesawat nahas ini. Termasuk soal waktu terbang MH370 yang oleh pejabat Amerika Serikat disebut masih terbang selama 4 hingg 5 jam setelah putus kontak dengan menara pengawas udara.
“Segalanya mungkin. Kami hanya akan mengkonfirmasi apa yang bisa diverifikasi,” tandas Hishammuddin, yang menolak mengomentari sejumlah teori soal hilangnya MAS MH370.
(esn)