Rusia gelar latihan perang dekat Ukraina
Kamis, 13 Maret 2014 - 19:10 WIB
Rusia gelar latihan perang dekat Ukraina
A
A
A
Sindonews.com – Rusia menggelar latihan perang di dekat perbatasan Ukraina, Kamis (13/3/2014). Latihan perang ini dianggap banyak pihak sebagai unjuk kekuatan di tengah kebuntuan dialog antara Rusia dengan blok Barat atas krisis Crimea.
Kementerian Pertahanan Rusia menegaskan, latihan perang telah dimulai di Distri militer sebelah selatan dan yang melibatkan 8.500 personel artileri. “Latihan ini melibatkan sejumlah besar artileri dan peluncur roket ganda,” jelas kementerian itu, seperti dikutip dari Reuters.
Selain itu, juga akan dilibatkan sejumlah meriam kaliber besar, panser, meriam anti tank. Tujuan dari latihan perang ini adalah untuk meningkatkan kerja sama unit artileri dengan infanteri bermotor, tank, serangan udara, dan marinir.
“Salah satu sesi latihan akan melibatkan penembakan konvensional ke wilayah musuh hingga 15 km. Setengah dari latihan perang ini akan dilakukan pada malam hari,” lanjut pernyataan itu.
Latihan perang ini diyakini akan menambah ketegangan di wilayah Ukraina, setelah sebelumnya Rusia mengirim pasukan ke Crimea, langkah yang mendapat kecaman dari banyak pihak. Suasana kian genting, setelah Rusia menyatakan mendukung referendum yang akan digelar Parlemen Crimea pada 16 Maret mendatang.
Kementerian Pertahanan Rusia menegaskan, latihan perang telah dimulai di Distri militer sebelah selatan dan yang melibatkan 8.500 personel artileri. “Latihan ini melibatkan sejumlah besar artileri dan peluncur roket ganda,” jelas kementerian itu, seperti dikutip dari Reuters.
Selain itu, juga akan dilibatkan sejumlah meriam kaliber besar, panser, meriam anti tank. Tujuan dari latihan perang ini adalah untuk meningkatkan kerja sama unit artileri dengan infanteri bermotor, tank, serangan udara, dan marinir.
“Salah satu sesi latihan akan melibatkan penembakan konvensional ke wilayah musuh hingga 15 km. Setengah dari latihan perang ini akan dilakukan pada malam hari,” lanjut pernyataan itu.
Latihan perang ini diyakini akan menambah ketegangan di wilayah Ukraina, setelah sebelumnya Rusia mengirim pasukan ke Crimea, langkah yang mendapat kecaman dari banyak pihak. Suasana kian genting, setelah Rusia menyatakan mendukung referendum yang akan digelar Parlemen Crimea pada 16 Maret mendatang.
(esn)