Pada 2011, co pilot MH370 izinkan penumpang masuk kokpit
Rabu, 12 Maret 2014 - 03:23 WIB
Pada 2011, co pilot MH370 izinkan penumpang masuk kokpit
A
A
A
Sindonews.com – Malaysia Airlines (MAS) mengaku terkejut oleh tuduhan yang ditayangkan pada sebuah program berita Australia soal pelanggaran keamanan kokpit yang dilakukan co pilot Fariq Abdul Hamid (27) pada 2011 silam. Fariq adalah co pilot pesawat MAS MH370 yang hingga kini masih belum diketahui keberadaannya.
Pada program acara A Current Affair yang ditayangkan sebuah stasiun televisi Australia, seorang wanita muda asal Melbourne, Jonti Roos, mengaku diizinkan untuk masuk ke kokpit selama penerbangan ke Thailand. Roos juga sempat berfoto bersama Fariq.
“Saya sangat terkejut saat menyadari, bahwa ia (Fariq) adalah co pilot yang memperbolehkan saya masuk kokpit dan berfoto bersama,” ujar Roos, Selasa (11/3/2014), seperti dikutip dari Capitalbay.
Hal ini jelas melanggar aturan dalam penerbangan sipil. MAS sendiri mengaku akan melakukan penyelidikan internal. “Malaysia Airlines sadar akan tuduhan yang dibuat terhadap First Officer Fariq Abdul Hamid. Kami menyikapinya dengan serius. Kami terkejut dengan tuduhan ini," sebut pernyataan MAS, seperti dikutip dari Channel News Asia.
"Kami belum bisa mengkonfirmasi keabsahan gambar dan video dari dugaan insiden ini. Seperti Anda ketahui, kami berada di tengah-tengah krisis dan kita tidak ingin perhatian kami dialihkan," lanjut pernyataan itu.
Pada program acara A Current Affair yang ditayangkan sebuah stasiun televisi Australia, seorang wanita muda asal Melbourne, Jonti Roos, mengaku diizinkan untuk masuk ke kokpit selama penerbangan ke Thailand. Roos juga sempat berfoto bersama Fariq.
“Saya sangat terkejut saat menyadari, bahwa ia (Fariq) adalah co pilot yang memperbolehkan saya masuk kokpit dan berfoto bersama,” ujar Roos, Selasa (11/3/2014), seperti dikutip dari Capitalbay.
Hal ini jelas melanggar aturan dalam penerbangan sipil. MAS sendiri mengaku akan melakukan penyelidikan internal. “Malaysia Airlines sadar akan tuduhan yang dibuat terhadap First Officer Fariq Abdul Hamid. Kami menyikapinya dengan serius. Kami terkejut dengan tuduhan ini," sebut pernyataan MAS, seperti dikutip dari Channel News Asia.
"Kami belum bisa mengkonfirmasi keabsahan gambar dan video dari dugaan insiden ini. Seperti Anda ketahui, kami berada di tengah-tengah krisis dan kita tidak ingin perhatian kami dialihkan," lanjut pernyataan itu.
(esn)