Vietnam: Kami harus mencari ke mana lagi?
Selasa, 11 Maret 2014 - 23:27 WIB
Vietnam: Kami harus mencari ke mana lagi?
A
A
A
Sindonews.com – Hampir empat hari keberadaan pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 masih belum bisa diketahui. Sejak menghilang dari pantauan radar pada Sabtu (8/3/2014) dini hari, hingga kini tak ada tanda-tanda keberadaan pesawat itu.
Sejumlah negara ikut menerjunkan personelnya untuk mencari pesawat yang membawa 227 penumpang dan 12 awak tersebut. Salah satu negara yang mengerahkan sumber daya besar dalam pencarian ini adalah Vietnam.
Namun, setelah menjelajahi areal yang begitu luas selama hampir empat hari, Vietnam mulai merasa frustasi. Terlebih, tak diketahui secara pasti lokasi hilangnya MAS MH370.
"Masalah terbesar adalah untuk mengetahui ke mana harus mencari, terutama pada malam hari," kata Vo Van Tuan, seorang perwira militer Vietnam yang memimpin upaya pencarian tim SAR Vietnam kepada AFP, Selasa (11/3/2014).
Pada hari keempat pencarian, operasi melibatkan 42 kapal dan 35 pesawat dari negara-negara Asia Tenggara, Australia, China, Selandia Baru, dan Amerika Serikat. Sementara Jepang juga telah menyatakan akan mengirim sebuah pesawat untuk bergabung dengan upaya pencarian.
“Perburuan untuk menemukan nasib pesawat itu kemungkinan akan menjadi misi panjang yang membutuhkan kesabaran," kata Mayor Jenderal Do Minh Tuan, Kepala Angkatan Udara Vietnam.
Seorang pengamat kebijakan Vietnam, Carl Thayer, memprediksi, Vietnam akan kesulitan mempertahankan komitmennya jika operasi pencarian berlangsung untuk jangka waktu yang panjang.
“Negara komunis memiliki kemampuan minimal untuk pencarian dan penyelamatan di laut," kata Thayer. "Semakin lama pencarian berlanjut, (Vietnam) akan memiliki masalah untuk mempertahankan komitmennya," lanjut Thayer.
Sejumlah negara ikut menerjunkan personelnya untuk mencari pesawat yang membawa 227 penumpang dan 12 awak tersebut. Salah satu negara yang mengerahkan sumber daya besar dalam pencarian ini adalah Vietnam.
Namun, setelah menjelajahi areal yang begitu luas selama hampir empat hari, Vietnam mulai merasa frustasi. Terlebih, tak diketahui secara pasti lokasi hilangnya MAS MH370.
"Masalah terbesar adalah untuk mengetahui ke mana harus mencari, terutama pada malam hari," kata Vo Van Tuan, seorang perwira militer Vietnam yang memimpin upaya pencarian tim SAR Vietnam kepada AFP, Selasa (11/3/2014).
Pada hari keempat pencarian, operasi melibatkan 42 kapal dan 35 pesawat dari negara-negara Asia Tenggara, Australia, China, Selandia Baru, dan Amerika Serikat. Sementara Jepang juga telah menyatakan akan mengirim sebuah pesawat untuk bergabung dengan upaya pencarian.
“Perburuan untuk menemukan nasib pesawat itu kemungkinan akan menjadi misi panjang yang membutuhkan kesabaran," kata Mayor Jenderal Do Minh Tuan, Kepala Angkatan Udara Vietnam.
Seorang pengamat kebijakan Vietnam, Carl Thayer, memprediksi, Vietnam akan kesulitan mempertahankan komitmennya jika operasi pencarian berlangsung untuk jangka waktu yang panjang.
“Negara komunis memiliki kemampuan minimal untuk pencarian dan penyelamatan di laut," kata Thayer. "Semakin lama pencarian berlanjut, (Vietnam) akan memiliki masalah untuk mempertahankan komitmennya," lanjut Thayer.
(esn)