Malaysia asal para teroris, kuat dugaan MH370 dibajak
Selasa, 11 Maret 2014 - 19:26 WIB
Malaysia asal para teroris, kuat dugaan MH370 dibajak
A
A
A
Sindonews.com –Para mantan petinggi militer Indonesia menduga pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 yang hilang misterius disabotase teroris.Terlebih, dari riwayatnya, para teroris yang pernah berulah di Indonesia berasal dari Malaysia.
Pesawat pembawa 239 orang itu hilang sejak Sabtu lalu saat terbang dari Kuala Lumpur menuju Beijing. Dari 239 orang itu, tujuh di antaranya warga Indonesia
Mantan Pangdam Iskandar Muda Aceh, Supiadin Aries Saputra, mengatakan, jika dilihat dari catatan penerbangan, pesawat Boeing 777-200 adalah pesawat dengan tingkat keamanan yang canggih dan hampir tidak pernah terjadi kecelakaan.
“Oleh karena itu faktor sabotase oleh teroris bisa saja terjadi, apalagi ada penemuan dua penumpang dengan menggunakan paspor palsu, ini bisa saja mengarah adanya sabotase oleh teroris,” kata Supiadin dalam rilisnya, Selasa (11/3/2014).
Mantan Pangdam IX Udayana Denpasar ini menambahkan, sebenarnya tidak heran juga kalau Malaysia menjadi sasaran terorisme. Alasannya, jika dilihat dari catatan sejarah, banyak pelaku terorisme berasal negeri jiran itu. Contohnya, Noordin M. Top dan Dr Azahari.
Sementara itu, Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Laut Tedjo Edhy Purdijatno menuturkan, hilangnya pesawat Malaysia Airlines terbilang aneh. Karena tidak ada komunikasi terakhir dan tiba-tiba pesawat hilang dari radar, sehingga posisi terakhir pun tidak diketahui.
“Dalam dunia penerbangan penyebab kecelakaan pesawat bisa saja karena faktor kesalahan manusia, gangguan teknis mesin pesawat dan aksi teroris,” papar Tedjo.
Mantan pilot pesawat tempur Angkatan Laut ini memperkirakan bisa saja aksi terorisme yang menjadi sebab hilangnya pesawat MAS. Dia pun menduga hilangnya pesawat Malaysia Airlines akibat ulah teroris.
”Apalagi dengan ditemukannya dua paspor palsu. Ini bisa menjadi kemungkinan memang ada pihak yang berniat jahat dan tidak ingin diketahui identitasnya,” imbuh dia.
Pesawat pembawa 239 orang itu hilang sejak Sabtu lalu saat terbang dari Kuala Lumpur menuju Beijing. Dari 239 orang itu, tujuh di antaranya warga Indonesia
Mantan Pangdam Iskandar Muda Aceh, Supiadin Aries Saputra, mengatakan, jika dilihat dari catatan penerbangan, pesawat Boeing 777-200 adalah pesawat dengan tingkat keamanan yang canggih dan hampir tidak pernah terjadi kecelakaan.
“Oleh karena itu faktor sabotase oleh teroris bisa saja terjadi, apalagi ada penemuan dua penumpang dengan menggunakan paspor palsu, ini bisa saja mengarah adanya sabotase oleh teroris,” kata Supiadin dalam rilisnya, Selasa (11/3/2014).
Mantan Pangdam IX Udayana Denpasar ini menambahkan, sebenarnya tidak heran juga kalau Malaysia menjadi sasaran terorisme. Alasannya, jika dilihat dari catatan sejarah, banyak pelaku terorisme berasal negeri jiran itu. Contohnya, Noordin M. Top dan Dr Azahari.
Sementara itu, Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Laut Tedjo Edhy Purdijatno menuturkan, hilangnya pesawat Malaysia Airlines terbilang aneh. Karena tidak ada komunikasi terakhir dan tiba-tiba pesawat hilang dari radar, sehingga posisi terakhir pun tidak diketahui.
“Dalam dunia penerbangan penyebab kecelakaan pesawat bisa saja karena faktor kesalahan manusia, gangguan teknis mesin pesawat dan aksi teroris,” papar Tedjo.
Mantan pilot pesawat tempur Angkatan Laut ini memperkirakan bisa saja aksi terorisme yang menjadi sebab hilangnya pesawat MAS. Dia pun menduga hilangnya pesawat Malaysia Airlines akibat ulah teroris.
”Apalagi dengan ditemukannya dua paspor palsu. Ini bisa menjadi kemungkinan memang ada pihak yang berniat jahat dan tidak ingin diketahui identitasnya,” imbuh dia.
(mas)