Putin dukung referendum di Crimea

Senin, 10 Maret 2014 - 03:18 WIB
Putin dukung referendum...
Putin dukung referendum di Crimea
A A A
Sindonews.com – Presiden Rusia, Vladimir Putin, mendukung keputusan Parlemen Crimea yang akan menggelar referendum pada 16 Maret mendatang. Hal ini terungkap dalam percakapan telepon antara Putin dengan Kanselir Jerman Angela Merkel dan Perdana Menteri Inggris David Cameron, Minggu (9/3/2014).

"Vladimir Vladimirovich Putin menggarisbawahi secara khusus, bahwa langkah yang diambil oleh otoritas yang sah di Crimea didasarkan pada hukum internasional dan bertujuan untuk menjamin kepentingan yang sah dari penduduk semenanjung," sebut pernyataan Kremlin, seperti dikutip dari Reuters.

"Presiden Rusia juga meminta perhatian dari lawan bicaranya soal kurangnya tindakan oleh otoritas di Kiev untuk membatasi munculnya ultra nasionalis dan pasukan radikal di ibukota dan di berbagai daerah (di Ukraina)," lanjut pernyataan itu.

Menurut Putin, para pemimpin baru Ukraina merebut kekuasaan dalam kudeta bersenjata inkonstitusional dan Rusia memiliki hak untuk menyerang Ukraina guna melindungi kepentingan dan warga Rusia yang tinggal di bekas republik Soviet tersebut.

Para pejabat Rusia kian menggambarkan kepemimpinan Kiev sebagai nasionalis radikal yang didukung oleh Barat. Namun, Uni Eropa dan Amerika Serikat telah mengutuk langkah Moskow, yang dianggap mengganggu integritas wilayah Ukraina.

"Meskipun ada perbedaan dalam penilaian tentang apa yang terjadi, mereka (Putin, Merkel, Cameron) menyatakan kepentingan bersama dalam meredakan eskalasi ketegangan dan normalisasi situasi secepat mungkin," tambah pernyataan Kremlin.

Sementara Merkel mengatakan kepada Putin, bahwa referendum itu melanggar konstitusi Ukraina dan bertentangan dengan hukum internasional. Demikian tertuang dalam pernyataan tertulis dari pemerintah Jerman.

“Merkel menyesal, bahwa ada belum ada kemajuan dalam membentuk "kelompok kontak internasional" yang bisa menemukan solusi politik untuk krisis di Ukraina,” lanjut pernyataan Pemerintah Jerman.
(esn)
Berita Terkait
Para Pemimpin UE Siapkan...
Para Pemimpin UE Siapkan Sanksi Keras ke Rusia
Rusia Terus Gempur Pertahanan...
Rusia Terus Gempur Pertahanan Pasukan Ukraina di Kota Urozhainoye, Donetsk Selatan
Sergey Surovikin Peringatkan...
Sergey Surovikin Peringatkan Bos Tentara Bayaran Berhenti Memberontak
Kendaraan Perang Rusia...
Kendaraan Perang Rusia Melintasi Perbatasan Ukraina dari Krimea
Detik-detik Bom Rusia...
Detik-detik Bom Rusia Hancurkan Gedung Pemerintahan
Pertempuran Sengit di...
Pertempuran Sengit di Mariupol, Pejuang Chechnya bunuh Pasukan Asing
Berita Terkini
Langka, Sekutu AS Minta...
Langka, Sekutu AS Minta Tolong Korut Cari Tentara Seoul yang Hilang di Perbatasan
28 menit yang lalu
Eks Jenderal AS Sarankan...
Eks Jenderal AS Sarankan Amerika Rebut Pulau Kharg yang Jadi Jantung Ekonomi Minyak Iran
1 jam yang lalu
Mengapa Iran Tak Serang...
Mengapa Iran Tak Serang Arab Saudi dalam Membalas Serangan AS? Ini Jawabannya
1 jam yang lalu
Kebakaran Mengerikan...
Kebakaran Mengerikan Melanda Pub Bangkok, 27 Orang Tewas, 22 Kritis
2 jam yang lalu
Israel Syok Senator...
Israel Syok Senator AS Pro-Zionis Lindsey Graham Mendadak Meninggal
3 jam yang lalu
Persaingan Memanas,...
Persaingan Memanas, China Membangun Replika Kapal Perang AS untuk Latihan Tembak Rudal
4 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved