Liga Arab dukung Palestina untuk tolak akui Israel
Senin, 10 Maret 2014 - 03:14 WIB
Liga Arab dukung Palestina untuk tolak akui Israel
A
A
A
Sindonews.com – Liga Arab mendukung penolakan Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, atas permintaan Israel untuk mengakui Israel sebagai negara Yahudi.
"Dewan Liga Arab menegaskan dukungannya terhadap kepemimpinan Palestina dalam usahanya untuk mengakhiri pendudukan Israel atas tanah Palestina. Dan, menekankan penolakan untuk mengakui Israel sebagai negara Yahudi," kata para Menteri Luar Negeri anggota Liga Arab dalam sebuah pernyataan di Kairo, Mesir, Minggu (9/3/2014).
Sebelumnya, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah meminta Palestina untuk mengakui Israel sebagai negara Yahudi. Ini adalah syarat yang diajukan Netanyahu untuk tercapainya perdamaian Palestina-Israel.
"Dengan mengakui negara Yahudi, Anda (Palestina) akan membuat jelas, bahwa Anda benar-benar siap untuk mengakhiri konflik," kata Netanyahu. “Tidak ada alasan, tidak ada penundaan. Sudah saatnya mengakui Israel sebagai negara Yahudi," lanjut Netanyahu.
Abbas sendiri telah menyatakan, kalau Israel meminta sesuatu yang belum pernah dilakukan saat Israel menandatangani perjanjian perdamaian dengan negara-negara Arab lainnya.
"Kami mengakui Israel dalam pengakuan timbal balik di perjanjian Oslo (1993). Mengapa mereka sekarang meminta kami untuk mengakui mereka sebagai negara Yahudi?,” kata Abbas, seperti dikutip dari Reuters.
“Mengapa mereka tidak melayangkan permintaan ini ke Yordania atau Mesir, ketika mereka menandatangani perjanjian damai dengan mereka?" Abbas menambahkan.
"Dewan Liga Arab menegaskan dukungannya terhadap kepemimpinan Palestina dalam usahanya untuk mengakhiri pendudukan Israel atas tanah Palestina. Dan, menekankan penolakan untuk mengakui Israel sebagai negara Yahudi," kata para Menteri Luar Negeri anggota Liga Arab dalam sebuah pernyataan di Kairo, Mesir, Minggu (9/3/2014).
Sebelumnya, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah meminta Palestina untuk mengakui Israel sebagai negara Yahudi. Ini adalah syarat yang diajukan Netanyahu untuk tercapainya perdamaian Palestina-Israel.
"Dengan mengakui negara Yahudi, Anda (Palestina) akan membuat jelas, bahwa Anda benar-benar siap untuk mengakhiri konflik," kata Netanyahu. “Tidak ada alasan, tidak ada penundaan. Sudah saatnya mengakui Israel sebagai negara Yahudi," lanjut Netanyahu.
Abbas sendiri telah menyatakan, kalau Israel meminta sesuatu yang belum pernah dilakukan saat Israel menandatangani perjanjian perdamaian dengan negara-negara Arab lainnya.
"Kami mengakui Israel dalam pengakuan timbal balik di perjanjian Oslo (1993). Mengapa mereka sekarang meminta kami untuk mengakui mereka sebagai negara Yahudi?,” kata Abbas, seperti dikutip dari Reuters.
“Mengapa mereka tidak melayangkan permintaan ini ke Yordania atau Mesir, ketika mereka menandatangani perjanjian damai dengan mereka?" Abbas menambahkan.
(esn)