Radar pantau MH370 putar balik ke KLIA
Minggu, 09 Maret 2014 - 13:48 WIB
Radar pantau MH370 putar balik ke KLIA
A
A
A
Sindonews.com – Catatan radar militer dan sipil telah menunjukkan kemungkinan pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 melakukan “Air Turn Back”. Kepala Royal Malaysia Air Force, Jenderal Tan Sri Rodzali Daud mengatakan, pesawat itu terlihat membuat gerakan yang berbeda.
Menurutnya, gerakan ini terdeteksi oleh radar militer dan diperkuat oleh radar sipil. "Ada kemungkinan pesawat itu bisa menyimpang dari jalur penerbangan aslinya dan berbalik (kembali),” kata Rodzali, Minggu (9/3/2014), seperti dikutip dari New Straits Times.
Rodzali menjelaskan, Royal Malaysia Air Force juga telah bekerjasama dengan beberapa lembaga internasional yang memiliki sumber daya yang tepat teknis tentang masalah ini, termasuk Boeing, produsen pesawat.
Namun, Rodzali mengaku tak ada panggilan darurat dari pesawat sebelum menghilang dari pandangan. "Kami juga bingung, mengapa tidak ada sinyal darurat dari pesawat," katanya.
Saat ini, ada sekitar 22 pesawat dan 40 kapal yang dikerahkan untuk mencari MH370 yang hilang dari pantauan satu jam setelah lepas landas dari Kuala Lumpur Internasional Airport (KLIA) pada Sabtu (8/3/2014) pagi. Pesawat ini membawa 227 penumpang dengan tujuan Beijing, China.
Menurutnya, gerakan ini terdeteksi oleh radar militer dan diperkuat oleh radar sipil. "Ada kemungkinan pesawat itu bisa menyimpang dari jalur penerbangan aslinya dan berbalik (kembali),” kata Rodzali, Minggu (9/3/2014), seperti dikutip dari New Straits Times.
Rodzali menjelaskan, Royal Malaysia Air Force juga telah bekerjasama dengan beberapa lembaga internasional yang memiliki sumber daya yang tepat teknis tentang masalah ini, termasuk Boeing, produsen pesawat.
Namun, Rodzali mengaku tak ada panggilan darurat dari pesawat sebelum menghilang dari pandangan. "Kami juga bingung, mengapa tidak ada sinyal darurat dari pesawat," katanya.
Saat ini, ada sekitar 22 pesawat dan 40 kapal yang dikerahkan untuk mencari MH370 yang hilang dari pantauan satu jam setelah lepas landas dari Kuala Lumpur Internasional Airport (KLIA) pada Sabtu (8/3/2014) pagi. Pesawat ini membawa 227 penumpang dengan tujuan Beijing, China.
(esn)