Ada kemungkinan MH370 ingin kembali ke KLIA
Minggu, 09 Maret 2014 - 13:23 WIB
Ada kemungkinan MH370 ingin kembali ke KLIA
A
A
A
Sindonews.com – Acting Menteri Transportasi Malaysia, Datuk Seri Hishammuddin Tun Hussein, pada Minggu (9/3/2014), mengungkapkan kemungkinnan pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 melakukan “Air Turn Back”.
Dalam dunia penerbangan, Air Turn Back adalah kondisi di mana pesawat memutuskan kembali ke bandara asal sebagai akibat dari kerusakan atau dicurigai adanya kerusakan barang apapun pada pesawat.
Pesawat MH370 lepas landas dari Kuala Lumpur Internasional Airport (KLIA) pada Sabtu (8/3/2014) pagi dan hilang dari pantauan radar satu jam setelah lepas landas. Pesawat ini membawa 227 penumpang dengan tujuan Beijing, China.
Dengan kemungkinan ini, maka menurut Hishammuddin, operasi pencarian dan penyelamatan harus berfokus pada area yang lebih luas. Hishammuddin juga menegaskan, bahwa tumpahan minyak yang terdeteksi di perairan Vietnam belum bisa memberi titik terang soal keberadaan pesawat.
"Saya dapat mengkonfirmasikan bahwa ada tumpahan minyak, tetapi tidak ada puing-puing. Saya diberitahu bahwa pesawat Vietnam berada di situs itu saat ini untuk memverifikasi apa yang sebenarnya ada di permukaan perairan tersebut," jelas Hishammuddin, seperti dikutip dari Bernama.
Dalam dunia penerbangan, Air Turn Back adalah kondisi di mana pesawat memutuskan kembali ke bandara asal sebagai akibat dari kerusakan atau dicurigai adanya kerusakan barang apapun pada pesawat.
Pesawat MH370 lepas landas dari Kuala Lumpur Internasional Airport (KLIA) pada Sabtu (8/3/2014) pagi dan hilang dari pantauan radar satu jam setelah lepas landas. Pesawat ini membawa 227 penumpang dengan tujuan Beijing, China.
Dengan kemungkinan ini, maka menurut Hishammuddin, operasi pencarian dan penyelamatan harus berfokus pada area yang lebih luas. Hishammuddin juga menegaskan, bahwa tumpahan minyak yang terdeteksi di perairan Vietnam belum bisa memberi titik terang soal keberadaan pesawat.
"Saya dapat mengkonfirmasikan bahwa ada tumpahan minyak, tetapi tidak ada puing-puing. Saya diberitahu bahwa pesawat Vietnam berada di situs itu saat ini untuk memverifikasi apa yang sebenarnya ada di permukaan perairan tersebut," jelas Hishammuddin, seperti dikutip dari Bernama.
(esn)