Malaysia selidiki dugaan teror atas hilangnya MAS MH370
Minggu, 09 Maret 2014 - 12:56 WIB
Malaysia selidiki dugaan teror atas hilangnya MAS MH370
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Malaysia pada Minggu (9/3/2014) meluncurkan penyelidikan teror atas hilangnya pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 yang hilang, Sabtu (8/3/2014).
Langkah ini diambil karena adanya dua penumpang yang naik ke pesawat itu menggunakan dua paspor negara Eropa curian. “Pada saat yang sama, intelijen kami sendiri telah diaktifkan. Dan, tentu saja unit kontraterorisme dari semua negara yang relevan telah diberitahu," kata Menteri Transportasi Malaysia, Hishammuddin Hussein.
Sebelumnya, ketika ditanya apakah terorisme bisa menjadi faktor penyebab hilangnya MAS MH370, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengatakan, "Kami melihat segala kemungkinan, tetapi terlalu dini untuk berspekulasi."
Media Amerika Serikat (AS) melaporkan, FBI telah mengirimkan agen dan ahli teknis untuk membantu membuktikan dugaan teror itu. Para pejabat AS mengatakan kepada Los Angeles Times, bahwa mereka mencoba untuk menentukan apakah ada hubungan teror dengan hilangnya pesawat itu.
Namun, hinga kini belum ditemukan bukti kuat adanya aksi teror di balik insiden ini. "Hanya karena paspor yang dicuri, tidak berarti wisatawan itu teroris. Mereka bisa saja tidak lebih dari pencuri. Atau, mereka bisa saja membeli paspor di pasar gelap,” jelas seorang pejabat AS pada Los Angeles Times.
Tiga pesawat tambahan dikerahkan dalam operasi pencarian dan penyelamatan pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 yang hilang, Sabtu (8/3/2014). Demikian dinyatakan Direktur Jenderal Departemen Penerbangan Sipil (DCA) Malaysia, Datuk Azharuddin Abdul Rahman.
Menurutnya, operasi pencarian yang dilakukan pada Sabtu malam hingga Minggu (9/3/2014) pagi tidak menemukan petunjuk apa pun.
Langkah ini diambil karena adanya dua penumpang yang naik ke pesawat itu menggunakan dua paspor negara Eropa curian. “Pada saat yang sama, intelijen kami sendiri telah diaktifkan. Dan, tentu saja unit kontraterorisme dari semua negara yang relevan telah diberitahu," kata Menteri Transportasi Malaysia, Hishammuddin Hussein.
Sebelumnya, ketika ditanya apakah terorisme bisa menjadi faktor penyebab hilangnya MAS MH370, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengatakan, "Kami melihat segala kemungkinan, tetapi terlalu dini untuk berspekulasi."
Media Amerika Serikat (AS) melaporkan, FBI telah mengirimkan agen dan ahli teknis untuk membantu membuktikan dugaan teror itu. Para pejabat AS mengatakan kepada Los Angeles Times, bahwa mereka mencoba untuk menentukan apakah ada hubungan teror dengan hilangnya pesawat itu.
Namun, hinga kini belum ditemukan bukti kuat adanya aksi teror di balik insiden ini. "Hanya karena paspor yang dicuri, tidak berarti wisatawan itu teroris. Mereka bisa saja tidak lebih dari pencuri. Atau, mereka bisa saja membeli paspor di pasar gelap,” jelas seorang pejabat AS pada Los Angeles Times.
Tiga pesawat tambahan dikerahkan dalam operasi pencarian dan penyelamatan pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 yang hilang, Sabtu (8/3/2014). Demikian dinyatakan Direktur Jenderal Departemen Penerbangan Sipil (DCA) Malaysia, Datuk Azharuddin Abdul Rahman.
Menurutnya, operasi pencarian yang dilakukan pada Sabtu malam hingga Minggu (9/3/2014) pagi tidak menemukan petunjuk apa pun.
(esn)