Soal Ukraina, Rusia siap berdialog dengan Barat
Minggu, 09 Maret 2014 - 10:57 WIB
Soal Ukraina, Rusia siap berdialog dengan Barat
A
A
A
Sindonews.com – Rusia mengaku siap melakukan dialog dengan negara-negara Barat soal krisis di Ukraina. Demikian ditegaskan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, Sabtu (8/3/2014).
"Kami terbuka untuk dialog yang jujur, setara, dan obyektif dengan mitra asing kami untuk menemukan cara untuk membantu Ukraina keluar dari krisis," kata Lavrov pada konferensi pers yang disiarkan stasiun televisi Rusia.
"Kami siap untuk melanjutkan dialog, dengan pengertian bahwa dialog ini harus jujur dan tanpa upaya dari mitra kami untuk menggambarkan Rusia sebagai salah satu pihak dalam konflik. Krisis ini tidak diciptakan oleh kami," lanjutnya.
Lavrov telah mengadakan pembicaraan dengan para pejabat Barat, termasuk dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry. Namun, sederet pembicaraan itu tidak menghasilkan terobosan apapun.
Sebelumnya, Lavrov telah meluncurkan serangan baru pada pemerintah Ukraina yang mengambil alih kekuasaan setelah penggulingan Presiden Viktor Yanukovych. Menurut Rusia, teror dan kekacauan disebabkan mereka yang memerintah di negara itu.
"Pemerintah sementara disebut tidak independen dan sangat tergantung pada nasionalis radikal yang melakukan perebutan kekuasaan,” kata Lavrov. "Tidak ada kontrol negara atas hukum dan ketertiban," lanjutnya.
"Kami terbuka untuk dialog yang jujur, setara, dan obyektif dengan mitra asing kami untuk menemukan cara untuk membantu Ukraina keluar dari krisis," kata Lavrov pada konferensi pers yang disiarkan stasiun televisi Rusia.
"Kami siap untuk melanjutkan dialog, dengan pengertian bahwa dialog ini harus jujur dan tanpa upaya dari mitra kami untuk menggambarkan Rusia sebagai salah satu pihak dalam konflik. Krisis ini tidak diciptakan oleh kami," lanjutnya.
Lavrov telah mengadakan pembicaraan dengan para pejabat Barat, termasuk dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry. Namun, sederet pembicaraan itu tidak menghasilkan terobosan apapun.
Sebelumnya, Lavrov telah meluncurkan serangan baru pada pemerintah Ukraina yang mengambil alih kekuasaan setelah penggulingan Presiden Viktor Yanukovych. Menurut Rusia, teror dan kekacauan disebabkan mereka yang memerintah di negara itu.
"Pemerintah sementara disebut tidak independen dan sangat tergantung pada nasionalis radikal yang melakukan perebutan kekuasaan,” kata Lavrov. "Tidak ada kontrol negara atas hukum dan ketertiban," lanjutnya.
(esn)