Uni Eropa bekukan aset belasan pejabat Ukraina
Kamis, 06 Maret 2014 - 23:30 WIB
Uni Eropa bekukan aset belasan pejabat Ukraina
A
A
A
Sindonews.com – Uni Eropa membekukan aset Presiden Ukraina terguling, Viktor Yanukovych, mantan Perdana Menteri Mykola Azarov, dan 16 mantan menteri, pengusaha, dan kepala keamanan.
Seperti dilaporkan Reuters, Kamis (6/3/2014), nama 18 pejabat Ukraina itu tercantum dalam Jurnal Resmi Uni Eropa.
“Mereka ditargetkan sebagai pihak yang tunduk pada proses pidana di Ukraina untuk menyelidiki kejahatan yang berkaitan dengan penggelapan dana negara Ukraina dan pemindahan ilegal mereka di luar Ukraina," bunyi pernyataan dalam jurnal itu.
Dalam daftar itu terdapat dua putra Yanukovych, yakni Oleksandr, seorang dokter gigi yang menggunakan kekuasaan ayahnya untuk membangun kekayaan yang nilainya diperkirakan mencapai USD500 juta dolar AS. Seorang anak Yanukovych lainnya beranama Viktor junior, yang berstatus sebagai anggota parlemen.
Mantan menteri urusan internal, pendidikan dan kesehatan yang juga masuk dalam daftar bersama dengan mantan Menteri Kehakiman Ukraina, Olena Lukash.
Pada 20 Februari silam, para Menteri Luar Negeri Uni Eropa telah memutuskan untuk menerapkan sanksi kepada setiap pejabat Ukraina yang dianggap bertanggung jawab atas kekerasan terhadap demonstran pada periode menjelang penggulingan Yanukovych.
Seperti dilaporkan Reuters, Kamis (6/3/2014), nama 18 pejabat Ukraina itu tercantum dalam Jurnal Resmi Uni Eropa.
“Mereka ditargetkan sebagai pihak yang tunduk pada proses pidana di Ukraina untuk menyelidiki kejahatan yang berkaitan dengan penggelapan dana negara Ukraina dan pemindahan ilegal mereka di luar Ukraina," bunyi pernyataan dalam jurnal itu.
Dalam daftar itu terdapat dua putra Yanukovych, yakni Oleksandr, seorang dokter gigi yang menggunakan kekuasaan ayahnya untuk membangun kekayaan yang nilainya diperkirakan mencapai USD500 juta dolar AS. Seorang anak Yanukovych lainnya beranama Viktor junior, yang berstatus sebagai anggota parlemen.
Mantan menteri urusan internal, pendidikan dan kesehatan yang juga masuk dalam daftar bersama dengan mantan Menteri Kehakiman Ukraina, Olena Lukash.
Pada 20 Februari silam, para Menteri Luar Negeri Uni Eropa telah memutuskan untuk menerapkan sanksi kepada setiap pejabat Ukraina yang dianggap bertanggung jawab atas kekerasan terhadap demonstran pada periode menjelang penggulingan Yanukovych.
(esn)