Putin: Rusia tak niat perang, tapi pengerahan militer sah
Rabu, 05 Maret 2014 - 10:21 WIB
Putin: Rusia tak niat perang, tapi pengerahan militer sah
A
A
A
Sindonews.com –Presiden Rusia, Vladimir Putin angkat bicara soal pengerahan pasukan militernya yang disebut-sebut untuk berperang dengan militer Ukraina. Putin menegaskan, Rusia tidak berniat perang dengan Ukraina.
Namun, lanjut Putin, mengerahkan pasukan militer Rusia adalah tindakan sah. Alasannya, itu untuk untuk melindungi warga negara Ukraina, khususnya etnis Rusia dari ancaman serangan militan radikal di Kiev.
Putin juga telah diberi mandat oleh senat Rusia untuk menggunakan kekuatan militer guna melindungi warga sipil di Ukraina. Bagi Putin, pengerahan pasukan militer Rusia adalah opsi terakhir.
”Jika kita melihat pelanggaran hukum di wilayah timur, jika orang-orang meminta bantuan kami, termasuk presiden yang sah (Viktor Yanukovych), maka kami berhak untuk menggunakan semua sarana yang kita miliki untuk melindungi warga negara mereka. Dan kami menganggap itu cukup sah,” papar Putin, seperti dikutip RT, semalam (4/3/2014) .
Ditanya apakah dia takut untuk berperang, Putin menjelaskan tujuan dan fungsi dari militer Rusia. ”Kita tidak akan berperang melawan orang-orang Ukraina, " katanya. “Saya ingin Anda mengerti jelas. Jika kita melakukan mengambil keputusan (perang), itu hanya untuk melindungi warga negara Ukraina,” katanya lagi.
Putin kembali menepis anggapan bahwa orang-orang bersenjata dan berseragam militer tanpa lencana yang ada di Crimea adalah tentara Rusia. Dia mengatakan mereka adalah anggota pasukan pertahanan diri Crimea yang dilatih militan radikal, yang ikut berperan dalam kudeta Yanukovych.
Namun, lanjut Putin, mengerahkan pasukan militer Rusia adalah tindakan sah. Alasannya, itu untuk untuk melindungi warga negara Ukraina, khususnya etnis Rusia dari ancaman serangan militan radikal di Kiev.
Putin juga telah diberi mandat oleh senat Rusia untuk menggunakan kekuatan militer guna melindungi warga sipil di Ukraina. Bagi Putin, pengerahan pasukan militer Rusia adalah opsi terakhir.
”Jika kita melihat pelanggaran hukum di wilayah timur, jika orang-orang meminta bantuan kami, termasuk presiden yang sah (Viktor Yanukovych), maka kami berhak untuk menggunakan semua sarana yang kita miliki untuk melindungi warga negara mereka. Dan kami menganggap itu cukup sah,” papar Putin, seperti dikutip RT, semalam (4/3/2014) .
Ditanya apakah dia takut untuk berperang, Putin menjelaskan tujuan dan fungsi dari militer Rusia. ”Kita tidak akan berperang melawan orang-orang Ukraina, " katanya. “Saya ingin Anda mengerti jelas. Jika kita melakukan mengambil keputusan (perang), itu hanya untuk melindungi warga negara Ukraina,” katanya lagi.
Putin kembali menepis anggapan bahwa orang-orang bersenjata dan berseragam militer tanpa lencana yang ada di Crimea adalah tentara Rusia. Dia mengatakan mereka adalah anggota pasukan pertahanan diri Crimea yang dilatih militan radikal, yang ikut berperan dalam kudeta Yanukovych.
(mas)