Politikus Inggris: Putin tak lebih baik dari Saddam Hussein
Rabu, 05 Maret 2014 - 09:50 WIB
Politikus Inggris: Putin tak lebih baik dari Saddam Hussein
A
A
A
Sindonews.com – Brook Newmark, seorang anggota parlemen Inggris terkemuka menyamakan sosok Presiden Rusia, Vladimir Putin dengan mantan ditaktor Irak, Saddam Hussein.
Komentarnya itu, mengacu kepada tudingan militer Rusia mengintervensi Crimea, sebuah wilayah semi-otonom Ukraina. “Putin sedang menguji tekad kita. Perilakunya tidak lebih baik dari Saddam Hussein ketika dia menginvasi Kuwait,” katanya dalam wawancara dengan Express Online, kemarin.
Politikus dari partai koservatif Inggris itu mencurigai kebijakan Putin untuk mengembalikan kejayaan masa silam kekaisaran Rusia di dunia.
”Pada tahap tertentu, Barat harus mengatakan itu sudah cukup,” ujarnya. ”Putin telah berusaha untuk menegaskan kembali peran kekaisaran Rusia sebagai kekuatan dunia yang besar.”
Newmark menyebut, ada kekuarangan tindakan tegas dari Barat. Yakni, dalam perang Georgia tahun 2008 dan kegagalan untuk bertindak tegas pada dugaan penggunaan senjata kimia Suriah tahun 2003. ”Saya pikir itu akan sangat buruk jika untuk ketiga kalinya kami tidak melakukan apa pun,” ucapnya.
Rusia dilaporkan telah mengerahkan pasukannya di semenanjung Crimea lebih dari seminggu setelah Presiden Ukraina pro – Rusia, Viktor Yanukovych digulingkan.
Namun, Putin membantah keberadaan pasukannya di Crimea. Yang benar, kata Putin, pasukan bersenjata itu adalah pasukan kiri Ukraina yang dilatih para militan radikal yang berperan dalam penggulingan Yanukovych.
Komentarnya itu, mengacu kepada tudingan militer Rusia mengintervensi Crimea, sebuah wilayah semi-otonom Ukraina. “Putin sedang menguji tekad kita. Perilakunya tidak lebih baik dari Saddam Hussein ketika dia menginvasi Kuwait,” katanya dalam wawancara dengan Express Online, kemarin.
Politikus dari partai koservatif Inggris itu mencurigai kebijakan Putin untuk mengembalikan kejayaan masa silam kekaisaran Rusia di dunia.
”Pada tahap tertentu, Barat harus mengatakan itu sudah cukup,” ujarnya. ”Putin telah berusaha untuk menegaskan kembali peran kekaisaran Rusia sebagai kekuatan dunia yang besar.”
Newmark menyebut, ada kekuarangan tindakan tegas dari Barat. Yakni, dalam perang Georgia tahun 2008 dan kegagalan untuk bertindak tegas pada dugaan penggunaan senjata kimia Suriah tahun 2003. ”Saya pikir itu akan sangat buruk jika untuk ketiga kalinya kami tidak melakukan apa pun,” ucapnya.
Rusia dilaporkan telah mengerahkan pasukannya di semenanjung Crimea lebih dari seminggu setelah Presiden Ukraina pro – Rusia, Viktor Yanukovych digulingkan.
Namun, Putin membantah keberadaan pasukannya di Crimea. Yang benar, kata Putin, pasukan bersenjata itu adalah pasukan kiri Ukraina yang dilatih para militan radikal yang berperan dalam penggulingan Yanukovych.
(mas)