Tentara Rusia di Crimea lepaskan tembakan peringatan
Selasa, 04 Maret 2014 - 22:25 WIB
Tentara Rusia di Crimea lepaskan tembakan peringatan
A
A
A
Sindonews.com – Peluru pertama dalam krisis di Ukraina dilepaskan tentara Rusia yang mengendalikan Pangkalan Udara Belbek di Crimea, Selasa (4/3/2014). Meski hanya sebatas tembakan peringatan, namun hal ini menggambarkan kalau situasi semakin genting.
Tembakan peringatan dilepaskan tentara Rusia ketika sekitar 300 tentara Ukraina yang tidak bersenjata, berbaris menuju Pangkalan Udara Belbek. Ratusan tentara Ukraina ini sebelumnya adalah personel yang bertugas di Pangkalan Udara Belbek dan ingin kembali menempati pos mereka.
Sekitar selusin tentara Rusia yang saat ini mengendalikan pangkalan udara itu melepaskan tembakan peringatan dan memerintahkan tentara Ukraina untuk tidak mendekati Pangkalan Udara Belbek. Setelah melepaskan sejumlah tembakan peringatan, tentara Rusia mengancam akan menembak kaki tentara Ukraina jika mereka terus maju.
Seperti dilaporkan Mail Online, Pasukan Ukraina itu dipimpin oleh Kolonel Yuli Mamchor, Komandan Garnisun militer Ukraina di Belbek. Dalam video yang ditayangkan, terlihat Mamchor terlibat pembicaraan dengan tentara Rusia.
Salah seorang tentara Ukraina sempat berteriak, “Amerika bersama dengan kami”. Sejumlah orang dengan kamera dan video nampak mengiringi ratusan tentara Ukraina ini.
Ketika pembicaraan berlangsung, para tentara Rusia tetap mengarahkan senjata mereka ke ratusan tentara Ukraina. Salah seorang tentara Rusia bahkan mengarahkan peluncur roket ke arah ratusan tentara Ukraina tersebut.
Tembakan peringatan dilepaskan tentara Rusia ketika sekitar 300 tentara Ukraina yang tidak bersenjata, berbaris menuju Pangkalan Udara Belbek. Ratusan tentara Ukraina ini sebelumnya adalah personel yang bertugas di Pangkalan Udara Belbek dan ingin kembali menempati pos mereka.
Sekitar selusin tentara Rusia yang saat ini mengendalikan pangkalan udara itu melepaskan tembakan peringatan dan memerintahkan tentara Ukraina untuk tidak mendekati Pangkalan Udara Belbek. Setelah melepaskan sejumlah tembakan peringatan, tentara Rusia mengancam akan menembak kaki tentara Ukraina jika mereka terus maju.
Seperti dilaporkan Mail Online, Pasukan Ukraina itu dipimpin oleh Kolonel Yuli Mamchor, Komandan Garnisun militer Ukraina di Belbek. Dalam video yang ditayangkan, terlihat Mamchor terlibat pembicaraan dengan tentara Rusia.
Salah seorang tentara Ukraina sempat berteriak, “Amerika bersama dengan kami”. Sejumlah orang dengan kamera dan video nampak mengiringi ratusan tentara Ukraina ini.
Ketika pembicaraan berlangsung, para tentara Rusia tetap mengarahkan senjata mereka ke ratusan tentara Ukraina. Salah seorang tentara Rusia bahkan mengarahkan peluncur roket ke arah ratusan tentara Ukraina tersebut.
(esn)