Semua WNI di Ukraina dievakuasi, jika kondisi genting
Selasa, 04 Maret 2014 - 19:21 WIB
Semua WNI di Ukraina dievakuasi, jika kondisi genting
A
A
A
Sindonews.com – Menteri Luar Negeri Indonesia, Marty Natalegawa, menyebut, krisis politik di Ukraina telah berubah menjadi krisis internasional. Terlebih, setelah Rusia mengerahkan pasukannya di Crimea—wilayah semi otonom Ukraina.
Pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kiev, sudah menyiapkan skenario untuk mengevakuasi semua warga negara Indonesia (WNI) yang ada di Ukraina. Demikian disampaikan Erly Wijayani, pejabat KBRI Kiev, untuk urusan Penerangan, Sosial dan Budaya, dalam wawancaranya dengan Sindonews via email, Selasa (4/3/2014).
“Di Ibukota Kiev cenderung aman dan kondusif. Namun demikian KBRI Kiev telah mengeluarkan rencana kondisi gawat darurat untuk proses relokasi atau evakuasi keluar Ukraina jika diperlukan,” kata Erly.
Menurutnya, jika kondisi keamanan di negara itu, semakin tidak terkontrol maka semua WNI di Ukraina diharapkan segera berkumpul di posko KBRI Keiv. ”Ataupun di Wisma Duta RI Keiv untuk selanjutnya di relokasi dan evakuasi ke luar dari Ukraina,” ujar Erly.
Erly melanjutkan, hingga saat ini, para WNI masih merasa nyaman berada di Ukraina. ”Para WNI yang bekerja dan tinggal di Ukraina tidak ada yang memiliki keinginan untuk dipulangkan ke Indonesia, karena situasi di kota kota besar Ukraina cukup aman untuk beraktivitas seperti biasa,” imbuh Erly.
KBRI juga telah mengeluarkan sejumlah imbauan kepada seluruh WNI yang ada di Ukraina. Di antaranya, agar aktif menjalin kontak dengan pihak KBRI Kiev, baik melalui telepon, email maupun situs sosial media.
“Untuk menjaga keselamatan diri dan keluarga, para WNI sebaikanya menghindari bepergian ke daerah Crimea dan sekitarnya,” katanya.
Pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kiev, sudah menyiapkan skenario untuk mengevakuasi semua warga negara Indonesia (WNI) yang ada di Ukraina. Demikian disampaikan Erly Wijayani, pejabat KBRI Kiev, untuk urusan Penerangan, Sosial dan Budaya, dalam wawancaranya dengan Sindonews via email, Selasa (4/3/2014).
“Di Ibukota Kiev cenderung aman dan kondusif. Namun demikian KBRI Kiev telah mengeluarkan rencana kondisi gawat darurat untuk proses relokasi atau evakuasi keluar Ukraina jika diperlukan,” kata Erly.
Menurutnya, jika kondisi keamanan di negara itu, semakin tidak terkontrol maka semua WNI di Ukraina diharapkan segera berkumpul di posko KBRI Keiv. ”Ataupun di Wisma Duta RI Keiv untuk selanjutnya di relokasi dan evakuasi ke luar dari Ukraina,” ujar Erly.
Erly melanjutkan, hingga saat ini, para WNI masih merasa nyaman berada di Ukraina. ”Para WNI yang bekerja dan tinggal di Ukraina tidak ada yang memiliki keinginan untuk dipulangkan ke Indonesia, karena situasi di kota kota besar Ukraina cukup aman untuk beraktivitas seperti biasa,” imbuh Erly.
KBRI juga telah mengeluarkan sejumlah imbauan kepada seluruh WNI yang ada di Ukraina. Di antaranya, agar aktif menjalin kontak dengan pihak KBRI Kiev, baik melalui telepon, email maupun situs sosial media.
“Untuk menjaga keselamatan diri dan keluarga, para WNI sebaikanya menghindari bepergian ke daerah Crimea dan sekitarnya,” katanya.
(mas)