Rusia & Ukraina di ambang perang, WNI di Kiev dijamin aman
Selasa, 04 Maret 2014 - 18:11 WIB
Rusia & Ukraina di ambang perang, WNI di Kiev dijamin aman
A
A
A
Sindonews.com – Rusia dan Ukraina di ambang perang, setelah Perdana Menteri interim Ukraina, Arseny Yatseniuk, menyebut Moskow sudah mengerahkan ribuan pasukannya ke Crimea—wilayah semi otonom Ukraina.
Meski situasi di Ukraina memanas, pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kiev, Ukraina, memastikan warga Indonesia di Kiev, aman. KBRI juga memastikan, tidak ada warga Indonesia yang ada di Crimea, di mana ribuan pasukan Rusia dilaporkan siaga.
Kepastian keamanan warga Indonesia di Ukraina itu, disampaikan Erly Wijayani, pejabat KBRI Kiev, untuk urusan Penerangan, Sosial dan Budaya, dalam wawancaranya dengan Sindonews via email, Selasa (4/3/2014).
“Kondisi WNI yang berada di Ukraina hingga saat ini baik dan tidak mengalami ancaman apapun,” kata Erly. Dia pun merinci jumlah warga Indonesia di Ukraina per 4 Maret 2014. Yakni, ada sebanyak 58 orang. Di mana,31 orang merupakan staf dan keluarga KBRI Kiev, termasuk Dubes RI untuk Ukraina, Niniek Kun Naryatie.
Kemudian, tiga orang juru masak asal Indonesia di Hotel Hyatt, 6 orang pekerjasemi profesional di sebuah spa di Kiev dan Kharkiv, sembilan mahasiswa, serta beberapa warga Indonesia yang bekerja di sektor lain.
“Tidak ada WNI yang berada di daerah Crimea, dimana daerah tersebut saat ini sedang mengalami ketegangan dengan pihak Rusia,” ujar Erly. Guna memastikan keselamatan setiap warga Indonesia, KBRI juga aktif melakukan komunikasi dengan seluruh warga Indonesia di Ukraina, baik via telepon, email maupun sosial media.
Meski situasi di Ukraina memanas, pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kiev, Ukraina, memastikan warga Indonesia di Kiev, aman. KBRI juga memastikan, tidak ada warga Indonesia yang ada di Crimea, di mana ribuan pasukan Rusia dilaporkan siaga.
Kepastian keamanan warga Indonesia di Ukraina itu, disampaikan Erly Wijayani, pejabat KBRI Kiev, untuk urusan Penerangan, Sosial dan Budaya, dalam wawancaranya dengan Sindonews via email, Selasa (4/3/2014).
“Kondisi WNI yang berada di Ukraina hingga saat ini baik dan tidak mengalami ancaman apapun,” kata Erly. Dia pun merinci jumlah warga Indonesia di Ukraina per 4 Maret 2014. Yakni, ada sebanyak 58 orang. Di mana,31 orang merupakan staf dan keluarga KBRI Kiev, termasuk Dubes RI untuk Ukraina, Niniek Kun Naryatie.
Kemudian, tiga orang juru masak asal Indonesia di Hotel Hyatt, 6 orang pekerjasemi profesional di sebuah spa di Kiev dan Kharkiv, sembilan mahasiswa, serta beberapa warga Indonesia yang bekerja di sektor lain.
“Tidak ada WNI yang berada di daerah Crimea, dimana daerah tersebut saat ini sedang mengalami ketegangan dengan pihak Rusia,” ujar Erly. Guna memastikan keselamatan setiap warga Indonesia, KBRI juga aktif melakukan komunikasi dengan seluruh warga Indonesia di Ukraina, baik via telepon, email maupun sosial media.
(mas)