Dituduh ultimatum Ukraina, Rusia sebut nonsense
Selasa, 04 Maret 2014 - 10:48 WIB
Dituduh ultimatum Ukraina, Rusia sebut nonsense
A
A
A
Sindonews.com – Kementerian Pertahanan Rusia menolak tuduhan, bahwa mereka sudah mengultimatum Ukraina agar menyerah pada Selasa (4/3/2014) hari ini. Kementerian itu, menyebut tuduhan itu nonsense atau tidak masuk akal.
Tuduhan itu muncul dari laporan Interfaxdi Ukraina,yang mengutip sumber di Kementerian Pertahanan Ukraina. Di mana, sumber itu mengatakan, Ukraina diberi waktu hingga hari ini untuk menyerah.
”Kami telah menjadi terbiasa dengan tuduhan setiap hari oleh media Ukraina. (Mereka) menuduh (kami) melaksanakan semacam aksi militer terhadap rekan-rekan kami di Ukraina,” kesal seorang pejabat Armada Laut Hitam Rusia. ”Mereka ingin mengadu kami, satu sama lain di Crimea.”
”Tidak ada yang baru tentang kesalahan informasi tersebut. Ini jelas siapa yang berada di belakang ini. Mereka adalah dalang yang mampu mengubah sesuatu yang baru di Yugoslavia, Irak dan Suriah,” sindir pejabat tersebut tanpa menyebut pihak mana yang dimaksud, kemarin (3/3/2014) seperti dikutip media Rusia, RT.
Sumber di Kementerian Pertahanan Rusia, juga tidak tahu-menahu perihal isu ultimatum itu. Sumber itu hanya mengatakan, dia mendengar isu itu dari laporan kantor berita Interfax di Ukraina.
”Kami tertarik untuk menjaga hubungan baik dengan orang-orang Ukraina dan menjaga stabilitas,” ucap sumber itu kepada RT. Kementerian Luar Negeri Rusia juga menekankan bahwa unit Armada Laut Hitam di Crimea tidak mengganggu internal politik di Ukraina.
Tuduhan itu muncul dari laporan Interfaxdi Ukraina,yang mengutip sumber di Kementerian Pertahanan Ukraina. Di mana, sumber itu mengatakan, Ukraina diberi waktu hingga hari ini untuk menyerah.
”Kami telah menjadi terbiasa dengan tuduhan setiap hari oleh media Ukraina. (Mereka) menuduh (kami) melaksanakan semacam aksi militer terhadap rekan-rekan kami di Ukraina,” kesal seorang pejabat Armada Laut Hitam Rusia. ”Mereka ingin mengadu kami, satu sama lain di Crimea.”
”Tidak ada yang baru tentang kesalahan informasi tersebut. Ini jelas siapa yang berada di belakang ini. Mereka adalah dalang yang mampu mengubah sesuatu yang baru di Yugoslavia, Irak dan Suriah,” sindir pejabat tersebut tanpa menyebut pihak mana yang dimaksud, kemarin (3/3/2014) seperti dikutip media Rusia, RT.
Sumber di Kementerian Pertahanan Rusia, juga tidak tahu-menahu perihal isu ultimatum itu. Sumber itu hanya mengatakan, dia mendengar isu itu dari laporan kantor berita Interfax di Ukraina.
”Kami tertarik untuk menjaga hubungan baik dengan orang-orang Ukraina dan menjaga stabilitas,” ucap sumber itu kepada RT. Kementerian Luar Negeri Rusia juga menekankan bahwa unit Armada Laut Hitam di Crimea tidak mengganggu internal politik di Ukraina.
(mas)