Jet Rusia terbang di langit Ukraina, AS kian geram
Selasa, 04 Maret 2014 - 09:32 WIB
Jet Rusia terbang di langit Ukraina, AS kian geram
A
A
A
Sindonews.com- Di saat perwakilan Rusia di PBB menjelaskan alasan pengerahan militer Rusia di Ukraina, Pemerintah Amerika Serikat (AS) geram dengan temuan fakta, bahwa jet Rusia sudah terbang di wilayah udara Ukraina.
Rusia bersikeras alasan pengerahan pasukan militernya ke Crimea, wilayah semi-otonom Ukraina, untuk melindungi kepentingan Moskow di sana. Selain itu, pengerahan pasukan Rusia juga atas permintaan presiden terguling Ukraina, Viktor Yanukovych, dengan alasan, warga Ukraina etnis Rusia menjadi sasaran kekerasan di negara itu.
Namun, Duta Besar AS untuk PBB, Samantha Power, tidak terima dengan alasan Rusia. Di depan anggota Dewan Keamanan PBB, Samantha menyebut, tidakan Rusia “melanggar hukum internasional”.
”Ini adalah fakta, bahwa hari ini jet Rusia memasuki wilayah udara Ukraina,” kata Samantha, seperti dikutip RT, Selasa (4/3/2014).
“Aksi militer Rusia merupakan pelanggaran hukum internasional. Mobilisasi Rusia merupakan respon terhadap ancaman imajiner aksi militer. Tidak dapat dibenarkan atas dasar ancaman yang belum dibuat atau tidak sedang dilakukan. Rusia perlu terlibat secara langsung dengan pemerintah Ukraina.”
Samantha, juga meminta pemantau hak asasi manusia dikirim ke Ukraina. Dia bahkan mendesak Rusia untuk menarik kembali pasukannya dari wilayah Ukraina. “Rusia tidak memiliki hak untuk mengekspresikan dengan menggunakan kekuatan militer,” imbuh Samantha.
Kegeraman Samantha itu, sebagai respon dari aksi Duta Besar Rusia untuk PBB, Vitaly Churkin, saat mengungkap isi surat presiden terguling Ukraina, Viktor Yanukovich yang dikirim kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin. Isinya, agar Rusia mengerahkan pasukan militernya di Ukraina untuk memulihkan hukum dan ketertiban.
Rusia bersikeras alasan pengerahan pasukan militernya ke Crimea, wilayah semi-otonom Ukraina, untuk melindungi kepentingan Moskow di sana. Selain itu, pengerahan pasukan Rusia juga atas permintaan presiden terguling Ukraina, Viktor Yanukovych, dengan alasan, warga Ukraina etnis Rusia menjadi sasaran kekerasan di negara itu.
Namun, Duta Besar AS untuk PBB, Samantha Power, tidak terima dengan alasan Rusia. Di depan anggota Dewan Keamanan PBB, Samantha menyebut, tidakan Rusia “melanggar hukum internasional”.
”Ini adalah fakta, bahwa hari ini jet Rusia memasuki wilayah udara Ukraina,” kata Samantha, seperti dikutip RT, Selasa (4/3/2014).
“Aksi militer Rusia merupakan pelanggaran hukum internasional. Mobilisasi Rusia merupakan respon terhadap ancaman imajiner aksi militer. Tidak dapat dibenarkan atas dasar ancaman yang belum dibuat atau tidak sedang dilakukan. Rusia perlu terlibat secara langsung dengan pemerintah Ukraina.”
Samantha, juga meminta pemantau hak asasi manusia dikirim ke Ukraina. Dia bahkan mendesak Rusia untuk menarik kembali pasukannya dari wilayah Ukraina. “Rusia tidak memiliki hak untuk mengekspresikan dengan menggunakan kekuatan militer,” imbuh Samantha.
Kegeraman Samantha itu, sebagai respon dari aksi Duta Besar Rusia untuk PBB, Vitaly Churkin, saat mengungkap isi surat presiden terguling Ukraina, Viktor Yanukovich yang dikirim kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin. Isinya, agar Rusia mengerahkan pasukan militernya di Ukraina untuk memulihkan hukum dan ketertiban.
(mas)