Rusia sebut pengiriman pasukan ke Ukraina untuk lindungi HAM
Selasa, 04 Maret 2014 - 04:08 WIB
Rusia sebut pengiriman pasukan ke Ukraina untuk lindungi HAM
A
A
A
Sindonews.com – Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, mengatakan pada Senin (3/3/2014), bahwa keputusan untuk mengirim pasukan ke Ukraina bukanlah sebuah tindakan agresi, tetapi sebuah kebijakan untuk melindungi Hak Asasi Manusia (HAM) dan warga negara Rusia di Ukraina.
Dalam pidato kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa, Lavrov menyatakan, bahwa intervensi militer akan menormalkan situasi politik di Ukraina dan mengekang apa yang ia sebut sebagai upaya kaum radikal yang telah mengambil kekuasaan.
"Saya tegaskan, kita berbicara tentang melindungi warga negara dan rekan-rekan kami, tentang melindungi HAM yang paling mendasar, hak untuk hidup dan tidak lebih," kata Lavrov, seperti dikutip dari RIA Novosti.
Menurut Lavrov, dunia Barat menyingkirkan perhitungan geopolitik dan tidak memperhitungkan kepentingan rakyat Ukraina.
" Mereka yang mencoba untuk menafsirkan situasi tersebut sebagai tindakan agresi, mengancam kami dengan sanksi dan boikot, adalah mitra yang sama yang telah secara konsisten dan penuh semangat mendorong kekuatan politik yang dekat dengan mereka untuk menyatakan ultimatum dan menolak dialog,” tegas Lavrov.
Rusia menyerukan kepada AS dan sekutunya untuk menghentikan upaya mendorong nasionalis dan sikap anti Rusia dalam kepemimpinan baru di Ukraina. Rusia mendesak upaya untuk fokus pada dialog dan keputusan yang dapat diterima bersama.
Dalam pidato kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa, Lavrov menyatakan, bahwa intervensi militer akan menormalkan situasi politik di Ukraina dan mengekang apa yang ia sebut sebagai upaya kaum radikal yang telah mengambil kekuasaan.
"Saya tegaskan, kita berbicara tentang melindungi warga negara dan rekan-rekan kami, tentang melindungi HAM yang paling mendasar, hak untuk hidup dan tidak lebih," kata Lavrov, seperti dikutip dari RIA Novosti.
Menurut Lavrov, dunia Barat menyingkirkan perhitungan geopolitik dan tidak memperhitungkan kepentingan rakyat Ukraina.
" Mereka yang mencoba untuk menafsirkan situasi tersebut sebagai tindakan agresi, mengancam kami dengan sanksi dan boikot, adalah mitra yang sama yang telah secara konsisten dan penuh semangat mendorong kekuatan politik yang dekat dengan mereka untuk menyatakan ultimatum dan menolak dialog,” tegas Lavrov.
Rusia menyerukan kepada AS dan sekutunya untuk menghentikan upaya mendorong nasionalis dan sikap anti Rusia dalam kepemimpinan baru di Ukraina. Rusia mendesak upaya untuk fokus pada dialog dan keputusan yang dapat diterima bersama.
(esn)