Medvedev perintahkan pembangunan jembatan Rusia-Crimea
Selasa, 04 Maret 2014 - 03:42 WIB
Medvedev perintahkan pembangunan jembatan Rusia-Crimea
A
A
A
Sindonews.com – Perdana Menteri Rusia, Dmitry Medvedev, pada Senin (3/3/2014), menandatangani sebuah perintah untuk membangun jembatan yang menghubungkan wilayah Rusia dengan Crimea di Semenanjung Ukraina.
Jembatan itu akan memiliki panjang 4,5 kilometer dan diperkirakan menelan biaya USD 3 miliar. Jembatan ini akan terbentang di atas Selat Kerch yang memisahkan Ukraina dan Rusia.
Seperti dilaporka Ria Novosti, Medvedev mengatakan pada pertemuan kabinet, bahwa ia telah menandatangani sebuah perintah untuk membentuk sebuah anak perusahaan Avtodor, perusahaan milik negara yang akan bertanggung jawab untuk pelaksanaan proyek jembatan ini.
“Langkah ini akan memindahkan proyek ke tahap yang lebih praktis,” kata Medvedev. Perintah ini dikeluarkan PM Rusia tersebut di saat kondisi di Crimea tengah genting, akibat masuknya pasukan Rusia ke wilayah Ukraina tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Pemerintahan sementara Ukraina telah menuduh Rusia menyerang negara mereka. Sementara para pemimpin internasional telah mengutuk tindakan Moskow. Sedangkan Kremlin sendiri menyatakan, pengerahan pasukan itu untuk melindungi kepentingan dan warga Rusia di Ukraina.
Jembatan itu akan memiliki panjang 4,5 kilometer dan diperkirakan menelan biaya USD 3 miliar. Jembatan ini akan terbentang di atas Selat Kerch yang memisahkan Ukraina dan Rusia.
Seperti dilaporka Ria Novosti, Medvedev mengatakan pada pertemuan kabinet, bahwa ia telah menandatangani sebuah perintah untuk membentuk sebuah anak perusahaan Avtodor, perusahaan milik negara yang akan bertanggung jawab untuk pelaksanaan proyek jembatan ini.
“Langkah ini akan memindahkan proyek ke tahap yang lebih praktis,” kata Medvedev. Perintah ini dikeluarkan PM Rusia tersebut di saat kondisi di Crimea tengah genting, akibat masuknya pasukan Rusia ke wilayah Ukraina tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Pemerintahan sementara Ukraina telah menuduh Rusia menyerang negara mereka. Sementara para pemimpin internasional telah mengutuk tindakan Moskow. Sedangkan Kremlin sendiri menyatakan, pengerahan pasukan itu untuk melindungi kepentingan dan warga Rusia di Ukraina.
(esn)