Tuduh agresi Rusia ke Ukraina luar biasa, AS munafik
Senin, 03 Maret 2014 - 16:54 WIB
Tuduh agresi Rusia ke Ukraina luar biasa, AS munafik
A
A
A
Sindonews.com – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), John Kerry, menuduh Rusia melakukan agresi luar biasa terhadap wilayah Ukraina. Namun, tuduhan itu langsung dimentahkan media Rusia, yang menyebut AS munafik, karena tidak berkaca pada tindakannya terhadap Afghanistan dan Irak.
Ketegangan antara AS dan Rusia, dimulai dari komentar Kerry yang diwawancarai NBC hari ini (3/3/2014). Dalam wawancara dengan media AS itu, Kerry mengatakan Rusia melakukan agresi luar biasa terhadap Ukraina, karena mengerahkan ribuan pasukannya di Crimea—wilayah semi-otonom Ukraina.
Kerry juga mengatakan, alasan Presiden Vladimir Putian, bahwa tindakan militer Rusia itu untuk melindungi kepentingan Rusia di Crimea, merupakan alasan palsu. ”Anda tidak hanya menyerang negara lain dengan dalih palsu untuk menegaskan kepentingan Anda,” ucap Kerry.
”Ini merupakan tindakan agresi yang benar-benar direkayasa dalam sebuah dalih. Ini perilaku abad ke-19 yang benar-benar terjadi di abad 21.”
Media AS itu dikritik keras media Rusia, karena tidak mengklarifikasi tindakan militer AS terhadap negara-negara Asia dan Timur Tengah. ”Mereka yang menonton wawancara itu, segera mengatakan, itu berbau kemunafikan,” tulis media Rusia, RT.
”Sejak kapan pemerintah AS benar-benar berlangganan dan mempertahankan konsep kedaulatan dan integritas teritorial? Mereka tentu tidak melakukan hal itu pada saat di Suriah,” kata Marcus Papadopoulos, seorang komentator politik yang dikutip media Rusia tersebut.
“Mereka (AS) tentu tidak melakukan itu, ketika mereka menyerang Libya. Mereka tentu tidak melakukan itu, ketika mereka menyerbu Irak. Mereka tentu tidak melakukan itu, ketika mereka menyerang Serbia atas Kosovo dan kemudian pada deklarasi unilateral mengakui kemerdekaan Kosovo. Pemerintah AS hanya membayar layanan bibir untuk kedaulatan dan integritas teritorial,” lanjut dia.
Ketegangan antara AS dan Rusia, dimulai dari komentar Kerry yang diwawancarai NBC hari ini (3/3/2014). Dalam wawancara dengan media AS itu, Kerry mengatakan Rusia melakukan agresi luar biasa terhadap Ukraina, karena mengerahkan ribuan pasukannya di Crimea—wilayah semi-otonom Ukraina.
Kerry juga mengatakan, alasan Presiden Vladimir Putian, bahwa tindakan militer Rusia itu untuk melindungi kepentingan Rusia di Crimea, merupakan alasan palsu. ”Anda tidak hanya menyerang negara lain dengan dalih palsu untuk menegaskan kepentingan Anda,” ucap Kerry.
”Ini merupakan tindakan agresi yang benar-benar direkayasa dalam sebuah dalih. Ini perilaku abad ke-19 yang benar-benar terjadi di abad 21.”
Media AS itu dikritik keras media Rusia, karena tidak mengklarifikasi tindakan militer AS terhadap negara-negara Asia dan Timur Tengah. ”Mereka yang menonton wawancara itu, segera mengatakan, itu berbau kemunafikan,” tulis media Rusia, RT.
”Sejak kapan pemerintah AS benar-benar berlangganan dan mempertahankan konsep kedaulatan dan integritas teritorial? Mereka tentu tidak melakukan hal itu pada saat di Suriah,” kata Marcus Papadopoulos, seorang komentator politik yang dikutip media Rusia tersebut.
“Mereka (AS) tentu tidak melakukan itu, ketika mereka menyerang Libya. Mereka tentu tidak melakukan itu, ketika mereka menyerbu Irak. Mereka tentu tidak melakukan itu, ketika mereka menyerang Serbia atas Kosovo dan kemudian pada deklarasi unilateral mengakui kemerdekaan Kosovo. Pemerintah AS hanya membayar layanan bibir untuk kedaulatan dan integritas teritorial,” lanjut dia.
(mas)