Aparat China bersumpah tumpas gerombolan berpedang
Senin, 03 Maret 2014 - 14:15 WIB
Aparat China bersumpah tumpas gerombolan berpedang
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah dan rakyat China berkabung atas tewasnya 29 warga sipil dalam serangan gerombolan berpedang di sebuah stasiun kereta api. Aparat Keamanan China, pada Senin (3/3/2014) bersumpah untuk menumpas gerombolan dan kelompok “teroris” itu.
Serangan yang berlangsung Sabtu lalu di Stasiun Kereta Api Kunming, barat daya China juga melukai lebih dari 130 jiwa. Para pejabat China menyalahkan kelompok separatis dari wilayah Xinjiang atas serangan mematikan itu.
Sumpah untuk menumpas gerombolan berpedang itu diucapkan Kepala Keamanan China, Meng Jianzhu. ”(Kami) bersumpah untuk berupaya menghabisi dan menghukum berat ‘teroris’,” kata Meng, seperti dilaporkan kantor berita Xinhua.
Meng juga mengutuk serangan brutal terhadap orang-orang tidak berdaya dan tidak bersalah. Setidaknya ada 10 tersangka penyerang, dengan empat di antaranya ditembak mati oleh polisi di tempat kejadian.
Dari gerombolan itu, salah satunya adalah perempuan yang kini ditahan dan tengah menjalani perawatan karena cedera. Sedangkan polisi bersenjata berpatroli di sekitar Stasiun Kereta Api Kunming di Provinsi Yunnan, barat daya China.
Sementara itu, warga China berdoa dan menyalakan lilin sebagai tanda berkabung terhadap para korban serangan gerombolan itu.
Seorang petugas parkir di lokasi kejadian, yang diidentifikasi dengan marga Chen, memberikan kesaksian kepada Reuters. ”Saya melihat lima atau enam dari mereka. Mereka semua memiliki pedang dan mereka menusuk orang secara liar di loket pertama dan kedua,” katanya.
Serangan yang berlangsung Sabtu lalu di Stasiun Kereta Api Kunming, barat daya China juga melukai lebih dari 130 jiwa. Para pejabat China menyalahkan kelompok separatis dari wilayah Xinjiang atas serangan mematikan itu.
Sumpah untuk menumpas gerombolan berpedang itu diucapkan Kepala Keamanan China, Meng Jianzhu. ”(Kami) bersumpah untuk berupaya menghabisi dan menghukum berat ‘teroris’,” kata Meng, seperti dilaporkan kantor berita Xinhua.
Meng juga mengutuk serangan brutal terhadap orang-orang tidak berdaya dan tidak bersalah. Setidaknya ada 10 tersangka penyerang, dengan empat di antaranya ditembak mati oleh polisi di tempat kejadian.
Dari gerombolan itu, salah satunya adalah perempuan yang kini ditahan dan tengah menjalani perawatan karena cedera. Sedangkan polisi bersenjata berpatroli di sekitar Stasiun Kereta Api Kunming di Provinsi Yunnan, barat daya China.
Sementara itu, warga China berdoa dan menyalakan lilin sebagai tanda berkabung terhadap para korban serangan gerombolan itu.
Seorang petugas parkir di lokasi kejadian, yang diidentifikasi dengan marga Chen, memberikan kesaksian kepada Reuters. ”Saya melihat lima atau enam dari mereka. Mereka semua memiliki pedang dan mereka menusuk orang secara liar di loket pertama dan kedua,” katanya.
(mas)