Militan radikal Israel serang kompleks Masjid al-Aqsa
Senin, 03 Maret 2014 - 13:41 WIB
Militan radikal Israel serang kompleks Masjid al-Aqsa
A
A
A
Sindonews.com - Dilindungi oleh polisi Israel, sekitar 75 pemukim ekstremis Yahudi, yang dipimpin seorang rabi radikal, menyerang kompleks Masjid al–Aqsa. Sasaran mereka adalah kubah batu dan masjid suci kaum Muslim itu.
Selama ini warga Yahudi di Israel meyakini, di situs al-Aqsa juga terdapat kuil suci pertama dan kedua bagi mereka. Hal itulah yang membuat warga Yahudi di Israel juga ingin menggunakan situs al-Aqsa untuk beribadah.
“Para pemukim (Yahudi) menyerbu kompleks al-Aqsa melalui gerbang Al - Magharbeh, melewati Qibali dan Marawani, serta dari gerbang Al - Rahmeh dan Qatanin,” kata penjaga situs Masjid al-Aqsa, Naser Qous, kemarin, seperti dilansir Al-Arabiya.
Qous menyebut, Rabbi Yehuda Glick, kepala Temple Mount Heritage Foundation, yang memimpin penyerangan itu. Rabbi itu, lanjut Qous, meneriakkan nyanyian rasis terhadap kaum Muslim.
Penjaga masjid itu melanjutkan, bahwa Glick juga menyerukan kepada polisi Israel.”Jauhkan pengacau ini, pergi jauh,” kata Qous menirukan ucapan Glick.
Sentimen rabbi itu menyebabkan perselisihan antara para pemukim Yahudi dan jemaah Muslim di dalam kompleks suci al-Aqsa. Instruksi dari Glick kepada polisi Israel tersebut, dikecam Yayasan Palestina untuk Endowment dan Heritage.
Jumat lalu, aparat Israel telah membatasi akses bagi para pria Muslim untuk salat Jumat di Masjid al-Aqsa. Di mana, pria di bawah usia 50 tahun dilarang salat Jumat di masjid tersebut, dengan alasan mencegah potensi bentrok jemaah Muslim dengan polisi Israel.
Selama ini warga Yahudi di Israel meyakini, di situs al-Aqsa juga terdapat kuil suci pertama dan kedua bagi mereka. Hal itulah yang membuat warga Yahudi di Israel juga ingin menggunakan situs al-Aqsa untuk beribadah.
“Para pemukim (Yahudi) menyerbu kompleks al-Aqsa melalui gerbang Al - Magharbeh, melewati Qibali dan Marawani, serta dari gerbang Al - Rahmeh dan Qatanin,” kata penjaga situs Masjid al-Aqsa, Naser Qous, kemarin, seperti dilansir Al-Arabiya.
Qous menyebut, Rabbi Yehuda Glick, kepala Temple Mount Heritage Foundation, yang memimpin penyerangan itu. Rabbi itu, lanjut Qous, meneriakkan nyanyian rasis terhadap kaum Muslim.
Penjaga masjid itu melanjutkan, bahwa Glick juga menyerukan kepada polisi Israel.”Jauhkan pengacau ini, pergi jauh,” kata Qous menirukan ucapan Glick.
Sentimen rabbi itu menyebabkan perselisihan antara para pemukim Yahudi dan jemaah Muslim di dalam kompleks suci al-Aqsa. Instruksi dari Glick kepada polisi Israel tersebut, dikecam Yayasan Palestina untuk Endowment dan Heritage.
Jumat lalu, aparat Israel telah membatasi akses bagi para pria Muslim untuk salat Jumat di Masjid al-Aqsa. Di mana, pria di bawah usia 50 tahun dilarang salat Jumat di masjid tersebut, dengan alasan mencegah potensi bentrok jemaah Muslim dengan polisi Israel.
(mas)