Protes intervensi ke Ukraina, puluhan demonstran Rusia ditangkap
Minggu, 02 Maret 2014 - 22:37 WIB
Protes intervensi ke Ukraina, puluhan demonstran Rusia ditangkap
A
A
A
Sindonews.com – Puluhan demonstran ditangkap di kota Moskow, Rusia, Minggu (2/3/2014), saat melakukan aksi protes atas intervensi militer Rusia ke Ukraina. Aksi protes ini digelar, setelah Parlemen Rusia menyetujui pengiriman pasukan ke Ukraina.
Kantor berita Interfax melaporkan, polisi telah menahan 40 orang dengan tuduhan “melanggar ketertiban umum". Aksi protes ini dilakukan di dekat gedung Kementerian Pertahanan di pusat kota Moskow.
Ovdinfo, sebuah kelompok Hak Asasi Manusia yang melacak penangkapan demonstran, menyebut jumlah yang ditangkap mencapai 100 orang. Pengunjuk rasa juga berkumpul di dekat Manezhnaya Square dan Red Square, di mana polisi mengepung dan memblokir dengan bus diparkir .
Sejumlah demonstran membawa poster bertuliskan,”No War”. Sementara beberapa lainnya membawa bendera dan pita Ukraina. Pemerintah Ukraina sendiri telah memobilisasi elemen-elemen di negara itu sebagai bentuk persiapan perang, setelah hadirnya unit militer Rusia di Crimea, salah satu wilayah Ukraina.
Presiden Rusia, Vladimir Putin mengatakan, Rusia perlu melindungi kehidupan warga Rusia di wilayah yang dekat dengan Rusia dan prajurit dari Armada Laut Hitam, setelah gerakan oposisi pro-Barat menggulingkan Presiden Ukraina, Viktor Yanukovych .
Kantor berita Interfax melaporkan, polisi telah menahan 40 orang dengan tuduhan “melanggar ketertiban umum". Aksi protes ini dilakukan di dekat gedung Kementerian Pertahanan di pusat kota Moskow.
Ovdinfo, sebuah kelompok Hak Asasi Manusia yang melacak penangkapan demonstran, menyebut jumlah yang ditangkap mencapai 100 orang. Pengunjuk rasa juga berkumpul di dekat Manezhnaya Square dan Red Square, di mana polisi mengepung dan memblokir dengan bus diparkir .
Sejumlah demonstran membawa poster bertuliskan,”No War”. Sementara beberapa lainnya membawa bendera dan pita Ukraina. Pemerintah Ukraina sendiri telah memobilisasi elemen-elemen di negara itu sebagai bentuk persiapan perang, setelah hadirnya unit militer Rusia di Crimea, salah satu wilayah Ukraina.
Presiden Rusia, Vladimir Putin mengatakan, Rusia perlu melindungi kehidupan warga Rusia di wilayah yang dekat dengan Rusia dan prajurit dari Armada Laut Hitam, setelah gerakan oposisi pro-Barat menggulingkan Presiden Ukraina, Viktor Yanukovych .
(esn)