Ukraina bersiap hadapi perang
Minggu, 02 Maret 2014 - 20:52 WIB
Ukraina bersiap hadapi perang
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Ukraina pada Minggu (2/3/2014), memobilisasi elemen-elemen di negara itu untuk menghadapi kemungkinan perang dengan Rusia, setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan ia memiliki hak untuk menyerang Ukraina.
"Ini bukan ancaman, sebenarnya ini adalah deklarasi perang ke negara saya," kata Perdana Menteri Ukraina, Arseny Yatseniuk, seperti dikutip dari Reuters. Yatseniuk adalah kepala pemerintahan Ukraina yang baru dan pro Barat. Ia mengambil alih kekuasaan di Ukraina, ketika Presiden Viktor Yanukovich, yang juga sekutu Rusia, melarikan diri pekan lalu.
“Dewan Keamanan Ukraina memerintahkan staf umum untuk segera menempatkan semua Angkatan Bersenjata dalam kondisi waspada tertinggi,” ujar Sekretaris Dewan, Andriy Parubiy.
Kementerian Pertahanan diperintahkan untuk melakukan pemanggilan pasukan cadangan. Secara teori, semua pria Ukraina berusia di bawah 40 tahun harus ikut wajib militer. Pemerintah Ukraina harus bekerja keras untuk menyediakan seragam dan senjata bagi para wajib militer ini.
"Jika Presiden Putin ingin menjadi presiden yang memulai perang antara dua negara tetangga, antara Ukraina dan Rusia, ia telah mencapai target ini. Dalam beberapa inci, kita berada di ambang bencana," kata Yatseniuk dalam komentar di stasiun televisi.
Putin sendiri pada Sabtu (1/2/2014), telah mendapat izin dari Parlemen Rusia untuk menggunakan kekuatan militer guna melindungi warga Rusia di Ukraina. Tindakan Rusia ini telah mendapat kecaman dari dunia internasional.
"Ini bukan ancaman, sebenarnya ini adalah deklarasi perang ke negara saya," kata Perdana Menteri Ukraina, Arseny Yatseniuk, seperti dikutip dari Reuters. Yatseniuk adalah kepala pemerintahan Ukraina yang baru dan pro Barat. Ia mengambil alih kekuasaan di Ukraina, ketika Presiden Viktor Yanukovich, yang juga sekutu Rusia, melarikan diri pekan lalu.
“Dewan Keamanan Ukraina memerintahkan staf umum untuk segera menempatkan semua Angkatan Bersenjata dalam kondisi waspada tertinggi,” ujar Sekretaris Dewan, Andriy Parubiy.
Kementerian Pertahanan diperintahkan untuk melakukan pemanggilan pasukan cadangan. Secara teori, semua pria Ukraina berusia di bawah 40 tahun harus ikut wajib militer. Pemerintah Ukraina harus bekerja keras untuk menyediakan seragam dan senjata bagi para wajib militer ini.
"Jika Presiden Putin ingin menjadi presiden yang memulai perang antara dua negara tetangga, antara Ukraina dan Rusia, ia telah mencapai target ini. Dalam beberapa inci, kita berada di ambang bencana," kata Yatseniuk dalam komentar di stasiun televisi.
Putin sendiri pada Sabtu (1/2/2014), telah mendapat izin dari Parlemen Rusia untuk menggunakan kekuatan militer guna melindungi warga Rusia di Ukraina. Tindakan Rusia ini telah mendapat kecaman dari dunia internasional.
(esn)