Sekjen PBB minta semua pihak di Ukraina bersikap tenang
Minggu, 02 Maret 2014 - 18:28 WIB
Sekjen PBB minta semua pihak di Ukraina bersikap tenang
A
A
A
Sindonews.com – Sekjen PBB, Ban Ki-moon meminta semua pihak bersikap tenang menghadapi krisis di Ukraina. Ki-moon juga telah menyatakan keprihatinan langsung ke Presiden Rusia, Vladimir Putin melalui telepon.
"Ki-moon meminta untuk segera dilakukan dialog antara semua pihak untuk memecahkan krisis saat ini," kata juru bicara PBB, Martin Nesirky kepada wartawan di New York, Sabtu (1/3/2014).
"Sekjen ingin berbicara langsung dengan Presiden Putin untuk mengungkapkan keprihatinan. Dan juga untuk mendengar langsung dari penilaian dari Presiden Putin tentang situasi di sana," lanjut Nesirky, seperti dikutip dari Channel News Asia.
Sementara itu, Inggris mengaku sangat prihatin dengan situasi di Ukraina. "Kami sangat prihatin tentang situasi ini, khususnya perkembangan selama 24 jam terakhir," kata Duta Besar Inggris untuk PBB, Mark Lyall Grant.
"Itulah sebabnya kami telah mengajukan digelarnya sidang darurat ini untuk mencari tahu apa justifikasi Rusia atas tindakan mereka saat ini," tambahnya. Setelah parlemen Rusia menyetujui pengiriman pasukan ke Ukraina, Inggris memang langsung meminta digelarnya sidag darurat Dewan Keamanan PBB.
"Ki-moon meminta untuk segera dilakukan dialog antara semua pihak untuk memecahkan krisis saat ini," kata juru bicara PBB, Martin Nesirky kepada wartawan di New York, Sabtu (1/3/2014).
"Sekjen ingin berbicara langsung dengan Presiden Putin untuk mengungkapkan keprihatinan. Dan juga untuk mendengar langsung dari penilaian dari Presiden Putin tentang situasi di sana," lanjut Nesirky, seperti dikutip dari Channel News Asia.
Sementara itu, Inggris mengaku sangat prihatin dengan situasi di Ukraina. "Kami sangat prihatin tentang situasi ini, khususnya perkembangan selama 24 jam terakhir," kata Duta Besar Inggris untuk PBB, Mark Lyall Grant.
"Itulah sebabnya kami telah mengajukan digelarnya sidang darurat ini untuk mencari tahu apa justifikasi Rusia atas tindakan mereka saat ini," tambahnya. Setelah parlemen Rusia menyetujui pengiriman pasukan ke Ukraina, Inggris memang langsung meminta digelarnya sidag darurat Dewan Keamanan PBB.
(esn)