Ukraina minta DK PBB hentikan agresi Rusia
Minggu, 02 Maret 2014 - 18:26 WIB
Ukraina minta DK PBB hentikan agresi Rusia
A
A
A
Sindonews.com – Ukraina mendesak sidang darurat Dewan Keamanan (DK) PBB pada Sabtu (1/2/2014), untuk bisa menghentikan agresi Rusia di Crimea. Pemerintah Ukraina yang baru menuduh Moskow bersikap brutal dan melanggar piagam PBB.
"Kami menyerukan kepada DK PBB untuk melakukan segala kemungkinan guna menghentikan agresi dari Federasi Rusia ke Ukraina. Masih ada kesempatan," kata Duta Besar Ukraina untuk PBB, Yuriy Sergeyev.
“Pasukan Rusia telah memasuki wilayah Ukraina secara ilegal. Ini adalah tindakan agresi terhadap negara dan jumlah mereka terus meningkat setiap jam," tambah Sergeyev, seperti dikutip dari The Star.
Sergeyev menyerukan penyebaran pemantau internasional. "Kami mendesak semua negara anggota PBB untuk menunjukkan solidaritas dengan bangsa Ukraina untuk melindungi kedaulatan dan integritas wilayah negara," tambah Sergeyev.
Pergerakan unit militer Rusia ke Crimea telah mengundang kecaman dunia internasional, termasuk juga pemerintah Ukraina. Namun, rakyat Ukraina bersikap berbeda menghadapi perkembangan ini. Warga Ukraina yang tinggal di Donetsk dan Crimea mendukung kembali bergabungnya Ukraina dengan Rusia.
"Kami menyerukan kepada DK PBB untuk melakukan segala kemungkinan guna menghentikan agresi dari Federasi Rusia ke Ukraina. Masih ada kesempatan," kata Duta Besar Ukraina untuk PBB, Yuriy Sergeyev.
“Pasukan Rusia telah memasuki wilayah Ukraina secara ilegal. Ini adalah tindakan agresi terhadap negara dan jumlah mereka terus meningkat setiap jam," tambah Sergeyev, seperti dikutip dari The Star.
Sergeyev menyerukan penyebaran pemantau internasional. "Kami mendesak semua negara anggota PBB untuk menunjukkan solidaritas dengan bangsa Ukraina untuk melindungi kedaulatan dan integritas wilayah negara," tambah Sergeyev.
Pergerakan unit militer Rusia ke Crimea telah mengundang kecaman dunia internasional, termasuk juga pemerintah Ukraina. Namun, rakyat Ukraina bersikap berbeda menghadapi perkembangan ini. Warga Ukraina yang tinggal di Donetsk dan Crimea mendukung kembali bergabungnya Ukraina dengan Rusia.
(esn)