Putin minta Parlemen Rusia setujui pengiriman pasukan ke Ukraina
Sabtu, 01 Maret 2014 - 23:43 WIB
Putin minta Parlemen Rusia setujui pengiriman pasukan ke Ukraina
A
A
A
Sindonews.com – Presiden Rusia, Vladimir Putin, meminta Majelis Tinggi Parlemen Rusia untuk menyetujui pengiriman pasukan bersenjata ke wilayah Ukraina yang dihuni mayoritas oleh etnis Rusia. Menurut Putin, warga Rusia dan prajurit Rusia dari armada Laut Hitam yang berbasis di Crimea, tengah menghadapi ancaman.
"Sehubungan dengan situasi yang luar biasa di Ukraina, ancaman terhadap kehidupan warga Federasi Rusia, rekan-rekan kami, dan personel Angkatan Bersenjata Federasi Rusia, saya mengajukan proposal untuk menggunakan Angkatan Bersenjata Federasi Rusia di wilayah Ukraina sampai normalisasi situasi sosial-politik di negara itu," kata Putin dalam sebuah pernyataan kepada parlemen, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (1/3/2014).
Pernyataan Putin dan komentar dari pemimpin Crimea yang pro Rusia, secara efektif menegaskan apa yang dipikirkan banya pihak tentang apa yang terjadi di Crimea saat ini. Pernyataan ini seolah membenarkan, bahwa unit militer yang merebut kekuasaan dalam dua hari terakhir di Crimea memang dikerahkan oleh Moskow.
Pemerintah baru Ukraina sendiri telah menuduh Rusia mengerahkan ribuan pasukan militer tambahan ke Crimea. Menteri Pertahanan Ukraina, Igor Tenyukh, mengatakan kepada sidang kabinet pertama Pemerintah Ukraina, bahwa angkatan bersenjata Rusia telah mengerahkan 30 kendaraan lapis baja, dan 6.000 tentara tambahan ke Crimea.
Menurutnya, tindakan Rusia itu, diduga untuk membantu milisi pro – Kremlin yang selama ini menuntut kemerdekaan dari Ukraina. Puluhan tentara yang siaga di Bandara Crimea, lanjut dia, tanpa lencana. Namun, mengenakan seragam tempur Rusia dan memegang senapan mematikan AK-47.
"Sehubungan dengan situasi yang luar biasa di Ukraina, ancaman terhadap kehidupan warga Federasi Rusia, rekan-rekan kami, dan personel Angkatan Bersenjata Federasi Rusia, saya mengajukan proposal untuk menggunakan Angkatan Bersenjata Federasi Rusia di wilayah Ukraina sampai normalisasi situasi sosial-politik di negara itu," kata Putin dalam sebuah pernyataan kepada parlemen, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (1/3/2014).
Pernyataan Putin dan komentar dari pemimpin Crimea yang pro Rusia, secara efektif menegaskan apa yang dipikirkan banya pihak tentang apa yang terjadi di Crimea saat ini. Pernyataan ini seolah membenarkan, bahwa unit militer yang merebut kekuasaan dalam dua hari terakhir di Crimea memang dikerahkan oleh Moskow.
Pemerintah baru Ukraina sendiri telah menuduh Rusia mengerahkan ribuan pasukan militer tambahan ke Crimea. Menteri Pertahanan Ukraina, Igor Tenyukh, mengatakan kepada sidang kabinet pertama Pemerintah Ukraina, bahwa angkatan bersenjata Rusia telah mengerahkan 30 kendaraan lapis baja, dan 6.000 tentara tambahan ke Crimea.
Menurutnya, tindakan Rusia itu, diduga untuk membantu milisi pro – Kremlin yang selama ini menuntut kemerdekaan dari Ukraina. Puluhan tentara yang siaga di Bandara Crimea, lanjut dia, tanpa lencana. Namun, mengenakan seragam tempur Rusia dan memegang senapan mematikan AK-47.
(esn)