Ukraina tuduh Rusia kerahkan ribuan pasukan militer
Sabtu, 01 Maret 2014 - 19:09 WIB
Ukraina tuduh Rusia kerahkan ribuan pasukan militer
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah baru Ukraina pada Sabtu (1/3/2014)menuduh Rusia telah mengerahkan ribuan pasukan militer tambahan ke Crimea, wilayah semi-otonom Ukraina.
Tuduhan itu muncul di tengah ancaman Amerika Serikat yang menyatakan Rusia akan menerima ganjaran jika melakukan intervensi militer di Ukraina.
Menteri Pertahanan Ukraina, Igor Tenyukh, mengatakan kepada sidang kabinet pertama Pemerintah Ukraina, bahwa angkatan bersenjata Rusia telah mengerahkan 30 kendaraan lapis baja, dan 6.000 tentara tambahan ke Crimea. Menurutnya, tindakan Rusia itu, diduga untuk membantu milisi pro – Kremlin yang selama ini menuntut kemerdekaan dari Ukraina.
Tenyukh melanjutkan, puluhan orang bersenjata pro – Rusia telah berpatroli di Ibukota Crimea, Simferopol. Aksi itu muncul sehari setelah orang-orang bersenjata yang sama merebut kendali atas bandara dan gedung-gedung pemerintah di wilayah itu.
Puluhan tentara yang siaga di Bandara Crimea, lanjut dia, tanpa lencana. Namun, mengenakan seragam tempur Rusia dan memegang senapan mematikan AK-47.
Sedangkan pemimpin Crimea, Sergei Aksenov, seperti dikutip BBC, telah meminta bantuan militer kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin. ”Dengan mempertimbangkan tanggung jawab saya untuk kehidupan dan keamanan warga negara saya, saya meminta Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membantu dalam memastikan kedamaian dan ketenangan di wilayah Crimea,” kata Aksenov dalam siaran pers, yang disiarkan stasiun televisi negara Rusia, hari ini.
Sumber di Pemerintahan Rusia, menyatakan Rusia tidak akan mengabaikan permintaan pemimpin Crimea. Pemimpin dan rakyat Crimea selama ini dikenal pro-Rusia, dan merupakan pendukung presiden terguling Viktor Yanukovych, yang telah lari ke Rusia.
Yanukovych sendiri dalam pernyataan terbarunya, menolak klaim telah digulingkan. Dia menegaskan, sampai saat ini masih menjabat sebagai Presiden Ukraina yang sah.
Tuduhan itu muncul di tengah ancaman Amerika Serikat yang menyatakan Rusia akan menerima ganjaran jika melakukan intervensi militer di Ukraina.
Menteri Pertahanan Ukraina, Igor Tenyukh, mengatakan kepada sidang kabinet pertama Pemerintah Ukraina, bahwa angkatan bersenjata Rusia telah mengerahkan 30 kendaraan lapis baja, dan 6.000 tentara tambahan ke Crimea. Menurutnya, tindakan Rusia itu, diduga untuk membantu milisi pro – Kremlin yang selama ini menuntut kemerdekaan dari Ukraina.
Tenyukh melanjutkan, puluhan orang bersenjata pro – Rusia telah berpatroli di Ibukota Crimea, Simferopol. Aksi itu muncul sehari setelah orang-orang bersenjata yang sama merebut kendali atas bandara dan gedung-gedung pemerintah di wilayah itu.
Puluhan tentara yang siaga di Bandara Crimea, lanjut dia, tanpa lencana. Namun, mengenakan seragam tempur Rusia dan memegang senapan mematikan AK-47.
Sedangkan pemimpin Crimea, Sergei Aksenov, seperti dikutip BBC, telah meminta bantuan militer kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin. ”Dengan mempertimbangkan tanggung jawab saya untuk kehidupan dan keamanan warga negara saya, saya meminta Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membantu dalam memastikan kedamaian dan ketenangan di wilayah Crimea,” kata Aksenov dalam siaran pers, yang disiarkan stasiun televisi negara Rusia, hari ini.
Sumber di Pemerintahan Rusia, menyatakan Rusia tidak akan mengabaikan permintaan pemimpin Crimea. Pemimpin dan rakyat Crimea selama ini dikenal pro-Rusia, dan merupakan pendukung presiden terguling Viktor Yanukovych, yang telah lari ke Rusia.
Yanukovych sendiri dalam pernyataan terbarunya, menolak klaim telah digulingkan. Dia menegaskan, sampai saat ini masih menjabat sebagai Presiden Ukraina yang sah.
(mas)