Pemimpin Crimea minta bantuan militer Rusia
Sabtu, 01 Maret 2014 - 18:05 WIB
Pemimpin Crimea minta bantuan militer Rusia
A
A
A
Sindonews.com – Pemimpin wilayah Crimea, daerah semi-otonom Ukraina, telah meminta bantuan militer kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin untuk menjaga wilayah itu. Pemimpin dan warga Crimea, selama ini memang dikenal pro-Rusia.
Dalam sebuah pernyataan yang dilansir media Ukraina dan Rusia, pemimpin wilayah Crimea, Sergei Aksenov, menyatakan bahwa angkatan bersenjata, polisi, layanan keamanan nasional dan penjaga perbatasan di wilayah Crimea hanya tunduk pada perintahnya.
Menurutnya, untuk setiap komandan yang tidak setuju dengan kebijakannya, harus meninggalkann jabatan mereka.
Menanggapi hal itu, perdana menteri baru Ukraina, Arseny Yatseniuk, mengatakan negaranya tidak akan terseret ke dalam konflik militer dengan Rusia. Dia juga minta agar Moskow menghentikan gerakan militer di Crimea.
”Ini tidak dapat diterima, ketika kendaraan militer lapis baja Rusia berada di pusat kota-kota Ukraina,” kata Yatseniuk sebelum pertemuan pemerintah di Ibukota Ukraina, Kiev.
Melansir laman Al Jazeera, Sabtu (1/3/2014), pemerintah baru Ukraina telah menuduh Rusia mengerahkan 2.000 tentara ke wilayah Crimea. Wilayah itu dihuni mayoritas warga etnis Rusia yang mendukung pemimpin Ukraina Viktor Yanukovich yang telah dipecat parlemen Ukraina.
Dalam sebuah pernyataan yang dilansir media Ukraina dan Rusia, pemimpin wilayah Crimea, Sergei Aksenov, menyatakan bahwa angkatan bersenjata, polisi, layanan keamanan nasional dan penjaga perbatasan di wilayah Crimea hanya tunduk pada perintahnya.
Menurutnya, untuk setiap komandan yang tidak setuju dengan kebijakannya, harus meninggalkann jabatan mereka.
Menanggapi hal itu, perdana menteri baru Ukraina, Arseny Yatseniuk, mengatakan negaranya tidak akan terseret ke dalam konflik militer dengan Rusia. Dia juga minta agar Moskow menghentikan gerakan militer di Crimea.
”Ini tidak dapat diterima, ketika kendaraan militer lapis baja Rusia berada di pusat kota-kota Ukraina,” kata Yatseniuk sebelum pertemuan pemerintah di Ibukota Ukraina, Kiev.
Melansir laman Al Jazeera, Sabtu (1/3/2014), pemerintah baru Ukraina telah menuduh Rusia mengerahkan 2.000 tentara ke wilayah Crimea. Wilayah itu dihuni mayoritas warga etnis Rusia yang mendukung pemimpin Ukraina Viktor Yanukovich yang telah dipecat parlemen Ukraina.
(mas)