Inggris anggap militan di Suriah momok terbesar sejak 11/9
Rabu, 26 Februari 2014 - 12:53 WIB
Inggris anggap militan di Suriah momok terbesar sejak 11/9
A
A
A
Sindonews.com – Kepala Kantor Keamanan dan Kontra-Terorisme Inggris, Charles Farr, memperingatkan, bahwa militan Inggris yang berperang di Suriah bakal menjadi momok terbesar sejak teror 11/9.
Serangan teroris 11 September 2001 atau 11/9 telah menyerang menara kembar WTC, Amerika Serikat. Teror itulah yang menjadi salah satu alasan Amerika Serikat menggempur Afghanistan.
Tidak hanya Farr, Menteri Luar Negeri Inggris, William Hague, juga memperingatkan hal serupa. Dia prihatin dengan banyaknya warga Inggris yang menjadi militan di Suriah. Ketika pulang ke Inggris, para militan itu akan menjadi momok bagi keamanan negara tersebut.
Sejumlah laporan menyebut, sekitar 2.000 warga Eropa diperkirakan berjuang di Suriah. Dinas Kemanan Inggris mengklaim sudah melacak 200 orang di antaranya.
“Suriah berbeda dari setiap tantangan kontra-terorisme lainnya, yang telah kami hadapi sejak 11/9. Hal itu mengingat jumlah kelompok teroris sekarang terlibat dalam pertempuran itu, serta jumlah orang-orang dari negeri ini yang bergabung dengan mereka,” kata Farr, semalam (25/2/2014), seperti dilansir Mail Online.
Pihak Keamanan Inggris mengklaim ada 360 warga Inggris yang terlibat perang di Suriah. Menlu Hague dan Menteri Dalam Negeri Inggris, Theresa May, mengaku sudah membahas strategi untuk mencegah warga negara Inggris pergi ke luar negeri untuk terlibat dalam aksi terorisme. “Tentu saja kami memiliki diskusi rutin di pemerintah dan dengan sekutu kami tentang hal ini,” ujar Hague.
Serangan teroris 11 September 2001 atau 11/9 telah menyerang menara kembar WTC, Amerika Serikat. Teror itulah yang menjadi salah satu alasan Amerika Serikat menggempur Afghanistan.
Tidak hanya Farr, Menteri Luar Negeri Inggris, William Hague, juga memperingatkan hal serupa. Dia prihatin dengan banyaknya warga Inggris yang menjadi militan di Suriah. Ketika pulang ke Inggris, para militan itu akan menjadi momok bagi keamanan negara tersebut.
Sejumlah laporan menyebut, sekitar 2.000 warga Eropa diperkirakan berjuang di Suriah. Dinas Kemanan Inggris mengklaim sudah melacak 200 orang di antaranya.
“Suriah berbeda dari setiap tantangan kontra-terorisme lainnya, yang telah kami hadapi sejak 11/9. Hal itu mengingat jumlah kelompok teroris sekarang terlibat dalam pertempuran itu, serta jumlah orang-orang dari negeri ini yang bergabung dengan mereka,” kata Farr, semalam (25/2/2014), seperti dilansir Mail Online.
Pihak Keamanan Inggris mengklaim ada 360 warga Inggris yang terlibat perang di Suriah. Menlu Hague dan Menteri Dalam Negeri Inggris, Theresa May, mengaku sudah membahas strategi untuk mencegah warga negara Inggris pergi ke luar negeri untuk terlibat dalam aksi terorisme. “Tentu saja kami memiliki diskusi rutin di pemerintah dan dengan sekutu kami tentang hal ini,” ujar Hague.
(mas)